ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image

Membangun Keluarga Utama

Perubahan mindset BMT akibat perubahan jati diri dari lembga keuangan menjadi lembaga dakwah dibidang keuangan, bersama para anggota KSPPS Mitra Anda Sejahtera

ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image

Ringankan Beban dan Jadi Paling bermanfaat

Program Wakaf Ambulance senilai Rp. 180 Juta Kami luncurkan, GRATIS untuk Dhuafa dan Infaq bagi yang mampu, serta mendukung dakwah Islam dan tanggap bencana

ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image

Bantu Anak Indonesia Berprestasi

Masing-masing anak memiliki potensi dan kecerdasannya sendiri sendiri. Mereka bisa menjadi berprestasi sesuai dengan cita-cita dan potensi mereka dengan dukungan dari orang-orang terdekat, lingkungan dan kegiatan kegiatan yang membangun pribadi mereka

ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image

Wakaf Produktif hasilnya untuk ummat

Wakaf uang, salah satu wakaf produktif yang sangat flexible penggunaannya, bermanfaat sebelum akhirnya hasilnya disedekahkan

ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image

Dunia Islam tersiksa, Kemanusiaan menangis

Disiksa, diusir, dibom, dibunuh, dari anak-anak sampai orang dewasanya. Hanya karena mereka beragama Islam...

Wakaf Uang Terhimpun

Total Wakaf Uang Terhimpun Sampai Bulan Desember 2017 Rp. 30.041.963,-

Kamis, 12 Juli 2018

Menghafal Al Qur'an dengan Metode TES, apa itu?

Cerita Workshop Menghafal Al Qur'an
Buku Metode TES
Metode TES, Ketika Tilawah dan Tahfidz Menyatu. Rasanya menjadi seorang yang hapal Al Quran merupakan impian yang sangat jauh untuk dijangkau oleh saya. Sadar diri usia sudah di atas kepala 3, rasanya sangat sulit mempertahankan hapalan. Hapalnya sedikit lupanya banyak. Padahal yah selama 12 tahun ini saya bekerja di perusahaan penerbit Al Quran tapi hapalan nggak pernah bertambah. Ah, mungkin memang ada yang salah dengan saya.

Selepasnya dari perusahaan penerbitan Al Quran, saya malah mendapatkan informasi mengenai metode menghapal Al Quran yang bernama Metode TES. Jadi penasaran sama metodenya? Gimana yah caraya bisa hapal Al Quran. Berbekal rasa penasaran dan keinginan untuk bisa menghapal Al Quran, saya pun mengikuti workshop Metode TES yang diadakan pada 25 Februari 2018 di Hotel Ultima Horison, Bandung.  Pelatihan ini ditujukan bagi para pengajar yang ingin memiliki teknik dan skill dalam megajarkan Al Quran sekaligus menjawab permasalahan dalam berinteraksi dengan Al Quran.  Begitulah yang tertera di brosur. Dengan investasi 500 K, peserta sudah bisa mendapatkan ilmu mengajarkan Al Quran dan bisa menjadi huffadz juga. Hmm, saya pun mengikuti workshop yang diadakan mulai pukul 08.00 pagi sampai pukul 16.00 sore tersebut. Kenyataannya, workshop sampai pukul 17.00 sore, lho.  Para peserta masih sangat antusias mengikuti pelatihan ini.



Dengan diantar suami, saya pun menuju hotel Horison. Rasa malas yang biasanya menyelimuti saat akhir pekan coba disingkar dulu, demi bisa mendapat ilmu mengenai cara menghapal Al Quran. Tiba di sana, langsung menuju lantai dua dan mengisi form registrasi. Sudah banyak peserta lain yang hadir dan rata-rata memang memiliki tujuan yang sama dengan saya yaitu ingin bisa menghapal Al Quran. Walaupun dari penampilannya, saya lihat para peserta lain memang sudah biasa menghapal Al Quran.



Setelah proses registrasi selesai, acara pun dibuka. Kemudian, Bang Jemmi Gumilar, ST (Bang Jemmi) selaku trainer langsung memberikan penjelasan mengenai Metode TES. Menurut beliau, Metode TES merupakan salah satu metode yang memperbaiki interaksi kita dengan Al Quran. Gimana mau hapal Al Quran, kalau interaksi dengan Al Quran itu jarang sekali. Hikss…jadi malu banget, nih. Kalau berkaca pada pengalaman sendiri, memang interaksi saya dengan Al Quran itu jarang banget. Kebanyakan membaca Al Quran itu kalau inget, kalau mood, atau kalau senggang. Padahal seharusnya berinteraksi dengan Al Quran itu khan sesering mungkin dan nggak menunggu mood, senggang, dan lain-lain. Baiklah, di pembukaan saja sudah kesentil banget, nih.

Bang Jemmi sendiri selaku trainer Metode TES juga menulis buku Metode TES agar semakin banyak orang yang bisa mempelajari Metode TES. Produk-produk Metode TES sendiri ada beberapa yaitu Quantum Tilawah Metode TES, Quantum Tahfidz Metode TES, dan Rumah Tahfidz TES. Metode TES sendiri telah berjalan lebih dari 2 tahun dan diaplikasikan oleh lebih dari 2000 orang.  Metode TES sendiri bukan hanya sekadar metode menghapal Al Quran melainkan metode yang bertujuab agar peserta mengalami perubahan pola fikir dan pola interaksi dengan Al Quran. Peserta tidak hanya diajak memperbaharui pemahamannya tentang tilawah dan menghapal Al Quran namun juga dapat meningkatkan kuantitas dan kualitas tilawah serta tahfidz Al Quran.



Lalu apa saja langkah yang dilakukan untuk memperbaiki interaksi kita dengan Al Quran?

Membaca Al Quran

Tilawah/membaca Al Quran merupakan tingkatan terendah interaksi kita dengan AL Quran. Akan tetapi, interaksi kita dengan tilawah Al Quran merupakan perintah yang banyak disebutkan dalam Al Quran. Faktanya, kebanyakan dari kita (termasuk saya) masih belum menjadikan tilawah sebagai kebiasaan yang terus dilaksanakan siang dan malam, seperti kebiasaan Rasulullah dan para sahabat. Akibatnya, kita pun enggan meningkatkan kualitas dan kuantitas tilawah Al Quran dengan berbagai alasan.

“Dan bacalah Al Quran itu secara tartil (perlahan-lahan),” (QS Al Muzzamil:4)

Dari ayat di atas tampak perintah Allah Swt. Untuk senantiasa membaca Al Quran. Perintah membaca Al Quran karena ternyata struktur tubuh manusia memang sudah disesuaikan dengan Bahasa yang ada dalam Al Quran dan pengaruh dari membacanya. Makanya Al Quran disebut asy syifa. Sehingga, orang yang senantiasa membaca Al Quran akan senantiasa terlihat menjadi orang yang sehat jasmaninya. Al Quran juga mampu menjadi obat bagi penyakit-penyakit rohani yang dampaknya juga berpengaruh terhadap jasmani. Penyakit-penyakit seperti sombong, tamak, munafik, dan sebagainya akan mampu ditundukkan jika rutin membaca Al Quran. Setiap huruf yang dibaca mampu menggetarkan jiwa-jiwa yang kosong dari pemaknaan hidup.

Peningkatan kualitas interaksi berarti meningkatkan kemampuan tilawah Al Quran dari mulai memahami huruf-huruf Al Quran berkenaan dengan makhraj dan shifatul huruf, hukum-hukum bacaan Al Quran seperti ikhfa dan ayat-ayat Gharib. Senantiasa perintah Allah dalam Al Quran untuk senantiasa membacanya dengan tartil. Peningkatan kualitas Al Quran akan mempermudah peningkatan kuantitas tilawahnya.

Hal yang penting dalam peningkatan bacaan Al Quran adalah dengan bertatap muka langsung dengan guru tahsin Al Quran atau yang disebut dengan Talaqqi. Metode Talaqqi dalam memperbaki kualitas tilawah Al Quran dengan cara mengoreksi secara langsung setiap bacaan Al Quran kita.

Peningkatan kuantitas bacaan Al Quran berupa pengkhataman tilawah dalam sebulan sekali hingga tiga hari sekali. Beberapa ulama ada yang khatam sehari sekali seperti Imam Syafii. Pengertian khatam Al Quran yaitu membaca Al Quran dari Al Fatihah, Al Baqarah, Ali Imran hingga surat An Naas secara berurutan, bukan sekadar 30 juz.



Menghapal Al Quran

Interaksi selanjutnya dengan Al Quran setelah tilawah adalah menghafal Al Quran.  Menghafal Al Quran ini memang tingkatan yang masih jarang dilakukan, terbukti sampai sekarang pun saya tidak menghapal Al Quran. Ternyata saya tidak sendiri, menurut survei, persentase penghapal Al Quran di Indonesia masih kurang dari 0,1%. Lho kok bangga? Ya nggak, dong. Yang ada malah miris. Sampai seusia begini, sebagai muslim kok hapalan surat Al Quran nggak nambah-nambah.

Kelalaian kita menghapal Al Quran sebenarnya dimulai dengan menurunnya kualitas dan kuantitas tilawah Al Quran. Ketidakmampuan tilawah Al Quran dengan kaidah tahsin ditambah dengan jarangnya tilawah Al Quran menyebabkan aktivitas tahfidz Al Quran menjadi sulit. Menurut Bang Jemmi, ada 3 faktor penyebab kelalaian dalam berinteraksi dengan Al Quran yang disebut 3K, yaitu.

Kemalasan
Kemasalan dalam pengertiannya adalah suatu sifat tidak mau bekerja atau mengerjakan sesuatu. Dalam Al Quran sifat malas ini digambarkan sebagai manisfestas dari sifat riya yang beramal hanya ketika dilihat oleh manusia. Kemalsan berinteraksi dengan Al Quran juga karena adanya siat terburu-buru dalam memetic hasil perjuangan berinteraksi dengan Al Quran. Keengganan untuk melalui proses dan keinginann untuk segera mendapatkan hasil meningkatkan kemalasan saat kenyataan tidak sesuai dengan keinginan. Ketika kemalasan datang, ada dua cara yang bisa dilakukan yaitu sadarilah bahwa sesungguhnya kitalah yang membutuhkan interaksi dengan Al Quran. Keengganan tilawah dan menghapal Al Quran tidak akan merugikan Al Quran. Cara yang kedua dengan mulai belajar bisa meikmati proses perbaikan interaksi kita dengan Al Quran. Hal ini dimulai dengan membuat perencanaan dan target yang matang, yaitu rencana tentang kapan saja kita tilawah dan target sesuai dengan perencanaan.

Kemegahan
Bermegah-megahan merupakan sifat buruk yang akan merugikan kita. Bermegah-megahan dalam artian perbuatan yang membesarkan, membanggakan, dan menyombongkan diri. Dalam memperbaiki sifat bermegah0megahan ini, kita harus sadar bahwa tingkat kemuliaan seseorang di hadapan Allah Swt. Ditentukan oleh ketakwaannya bukan materi yang dimiliki. Lalu kita pun sebaiknya menyadari bahwa duni ini hanyalah permainan dan suatu yang melalaikan.

Kemaksiatan
Kemaksiatan itu ibarat kegelapan d hati seseorang. Kemaksiatan akan menghalangi perbuatan baik yang hendak dilakukan. Berinteraksi dengan Al Quran, baik dalam bentuk tilawah atau menghapal ditentukan juga kadar keimanan seseorang.

Pemberian materi awal mengenai perbaikan interaksi dengan AL Quran membuat saya dan para peserta lainnya bertekad untuk memperbaiki interaksi dengan Al Quran. Selama workshop pun, para peserta langsung praktek menghapalkan Al Quran. Ajaib, dengan metode TES, saya berhasil menghapal beberapa ayat Al Quran yang selama ini saya anggap sangat sulit.

Para peserta lain pun sangat antusias dengan Metode TES yang diajarkan oleh Bang Jemmi. Saya bersama peserta lain pun langsung menyusun jadwal rapi mengenai rencana perbaikan interaksi dengan Al Quran.

Workshop ini memang ditujukan untuk para pengajar yang ingin juga mengajarkan bagaimana mengajarkan Al Quran, oleh karenanya kami mendapat ilmu bagaimana mengajarkan Al Quran. Berhubung saya bukanlah pengajar dan masih belajar, target saya sih memperbaiki interaksi saya dengan Al Qurandan coba menularkannya kepada anak-anak.

Sepulang dari wokshop, saya pun menyusun jadwal. Sungguh ternyata memang tidak semudah yang dibayangkan. Banyak sekali tantangan dna hambatannya yang sering membuat saya putus asa dan emosi. Apalagi saat saya ingin menularkan kebiasaan kepada anak-anak. Saya membuat jadwal murajaah dengan anak-anak, apa yang terjadi? Sungguh menguras emosi karena anak-anak sering rewel, tidak fokus dan mengganggu fokus saya juga, dan mereka pun bosan. Aaargg…rasanya putus asa sekali. Tapi itulah tantangannya. Saya baru praktek selama dua minggu dan memang saya rasakan sekali mood dan semangat naik turun. Namun, saat semangat saya turun, saya ingat lagi pesan Bang Jemmi untuk bisa istiqomah melakukan metode TES ini selama 6 bulan dan lihat hasilnya. Bismillah, semoga semangat saya bisa terus tumbuh dan kemalasan pun hilang.

dari : http://raniyulianty.com/blog/metode-tes-ketika-tilawah-dan-tahfidz-menyatu/

Senin, 29 Januari 2018

Lowongan Kerja Sebagai Staff Fundraising (Tenaga Penghimpunan Dana)





Dicari Segera
Staff Fundraising Baitul Maal ANDA

Syarat :
- Jujur
- Senang Jualan
- Supel
- Bisa bekerja dalam tim
- Suka Tantangan
- Totalitas
- Siap Bekerja Keras
- Senang Belajar
- Bekerja dengan Target
- Umur dibawah 30 Tahun
- Pendidikan Min. SMA/SMK
- Memiliki SIM C dan Motor Sendiri

Fasilitas :
- Gaji Menarik
- Bonus
- Pelatihan

JobDesc :
Membuat dan terus menambah Daftar Prospek Donatur
Melakukan penawaran terhadap semua daftar donatur
Menjemput Donasi dari Donatur
Merawat relasi dengan donatur
Melaporkan rencana dan aktivitas harian pada Atasan
Mengevaluasi Daftar prospek

Tools yang biasa digunakan untuk penawaran
Majalah
Brosur
Kotak Kecil
Kotak Besar
Nota Penerimaan Donasi

Jam Kerja
Senin-Jumat : 08.00-16.00
Sabtu : 08.00-11.00
Ahad : Sukarela


Bila tertarik silahkan kirim
Surat Lamaran
CV 
Foto terbaru
Sertifikat/Bukti keahlian yang menunjang profesi penjualan
Ijazah Terakhir
ke baitulmalanda@gmail.com atau
ke alamat Jl. Menoreh Utara Raya No. 1, Sampangan, Semarang,
setelah kirim konfirmasi SMS ke 08122849570
Pendaftaran terakhir tanggal 15 Februari 2018, Kirim lamaran anda segera

Selasa, 23 Januari 2018

Laporan Ramadhan Ekstra Berkah Tahun 2018/1439 H

Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
Dengan ini kami ucapkan jazakumullah khoiron katsiron kepada seluruh donatur yang telah mendukung program program kami selama Ramadhan 1439 H
Donasi Terkumpul Sejumlah Rp. 32.884.300,-

Berikut adalah beberapa dokumentasi kegiatan penyaluran Program Ramadhan Ekstra Berkah 1439 H

1. Ifthar (Berbagi Buka Puasa)

Berbagi Buka puasa di Masjid Istiqomah Kelurahan Bendungan, Gajahmungkur, Semarang

2. Persembahan Untuk Guru


150 Paket Persembahan Guru di Kecamatan Pedurungan


150 Paket Persembahan Guru di Kecamatan Semarang Barat, Gunungpati dan Semarang Selatan

3. Bingkisan Lebaran Yatim Dhuafa





Pembagian Bingkisan Lebaran, Tas Sekolah yang berisi alat tulis, dan jajanan Lebaran kepada 24 Anak Yatim, di Kantor KSPPS Mitra Anda Sejahtera

4. Paket Berkah Untuk Guru Ngaji

Guru Ngaji Madrasah Diniyyah Nurul Huda, Kelurahan Tlogosari Wetan, Kecamatan Pedurungan, Semarang


Perwakilan Guru Ngaji TPQ Istiqomah, Kelurahan Bendungan, Kecamatan Gajahmungkur

Guru Guru TPQ Masjid An Nur. Purwosari Perbalan, Kelurahan Purwosari Kecamatan Semarang Utara

Guru guru TPQ Pelangi Nusantara, Deliksari, Gunungpati
Keseluruhan paket yang dibagikan berjumlah 30 paket

5. Wakaf Al Qur'an
Wakaf Al Qur'an akan dibagikan kepada 154 siswa siswi penghafal Qur'an, dengan metode T E S
Tiap 2 jam pelajaran siswa tilawah 10 menit lanjut terus sampe tidur malam.

apa itu metode TES, lebih lengkapnya silahkan buka link INI

Donatur masih diberikan kesempatan untuk berwakaf Al Qur'an. 

Wakaf Al Qur'an senilai @Rp. 75.000

Transfer Donasi ke Rekening Bank Syariah Mandiri 7074631414 a.n. Mahatma Yusuf qq Baitul Maal ANDA

Demikian kami sampaikan laporan kami, jazakumullah khoiron katsiro. Semoga berkah...aamiin









Perbedaan Pendapat tentang Wakaf Uang, boleh atau tidak?


Pengertian Wakaf Uang Tunai 

        Wakaf tunai adalah wakaf yang dilakukan seseorang, suatu kelompok, lembaga atau badan hukum dalam bentuk uang tunai, termasuk dalam pengertian uang adalah surat-surat berharga, seperti saham dan cek.

      Sebelum membahas hukum wakaf tunai, perlu dijelaskan bahwa para ulama telah menetapkan salah satu syarat wakaf adalah harta yang diwakafkan harus bersifat tetap (tsabit), yaitu barang tersebut bisa dimanfaatkan tanpa merubah bentuknya.  Barang tetap  (tsabit) ini terbagi menjadi dua; pertama: barang yang tidak bisa dipindah-pindahkan (ghairu al-manqul), seperti tanah dan bangunan, kedua: barang yang bisa dipindahkan (al-manqul).

     Mereka sepakat tentang kebolehan wakaf dengan barang (ghairu al-manqul), tetapi mereka berbeda pendapat tentang hukum wakaf barang yang bisa dipindah (al-manqul). Perbedaan pendapat tersebut sebagai berikut:

      Pendapat Pertama: Tidak boleh wakaf dengan barang al-manqul secara mutlak. Ini adalah pendapat Abu Hanifah dan riwayat dari imam Ahmad.

    Pendapat Kedua: Boleh wakaf dengan barang al-manqul, jika barang tersebut sebagai pelengkap dari barang tidak al-manqul, atau jika terdapat dalil yang menyebutkan, seperti wakaf senjata. Ini pendapat Abu Yusuf.

    Pendapat Ketiga:  Boleh wakaf dengan barang al-manqul jika barang tersebut sebagai pelengkap dari barang tidak al-manqul, atau jika terdapat dalil yang menyebutkan hal tersebut, seperti wakaf senjata atau dengan hal-hal yang sudah menjadi kebiasaan di masyarakat bahwa barang tersebut diwakafkan. Ini pendapat Muhammad al-Hasan.

Dasarnya adalah Istihsan bi al-‘Urfi, (kebiasan masyarakat), seperti wakaf buku untuk para penuntut ilmu dan wakaf mushaf al-Qur’an untuk masyarakat.

Oleh karena itu, jika mewakafkan barang yang bisa dipindahkan tetapi belum membudaya di masyarakat, hukumnya kembali ke asal, yaitu tidak boleh. Pendapat Muhammad al-Hasan ini bertentangan dengan pendapat Abu Yusuf. Tetapi yang dijadikan fatwa dan qadha dalam madzhab Hanafi adalah pendapat Muhammad al-Hasan.  (Hasyiatu Ibn Abidin: 3/408, Fathu al-Qadir: 5/ 48)

Hukum Wakaf Tunai

      Dari perbedaan pendapat ulama di atas, pendapat yang lebih mendekati kebenaran adalah pendapat yang membolehkan wakaf al-manqul, karena lebih dekat kemaslahatan umat.

    Tetapi, para ulama yang membolehkan wakaf al- manqul pun masih berbeda pendapat tentang hukum wakaf tunai (uang), walaupun uang sendiri bagian dari al-manqul, tetapi uang mempunyai sifat-sifat sendiri yang berbeda dengan sifat-sifat barang lain. Perbedaan ulama tersebut teringkas dalam dua pendapat berikut:

      Pendapat Pertama: Wakaf tunai hukumnya tidak boleh. Ini pendapat Ibnu Abidin dari Hanafiyah dan madzhab Syafi’i.  (Abu Bakar al-Husaini, Kifayat al-Akhyar, 412)

Ibnu Abidin berkata: “wakaf tunai (dengan dirham) merupakan kebiasaan yang berlaku di masyarakat Romawi, bukan dalam masyarakat kita. Begitu juga  wakaf kapak dan pisau pernah berlaku pada zaman terdahulu, tetapi tidak lagi pernah terdengar pada zaman kita. Untuk itu, tidak sah kalau diterapkan sekarang, seandainya-pun ada, maka sangat jarang terjadi dan itu tidak dianggap. (Sebagaimana diketahui) bahwa yang dijadikan standar adalah kebiasaan masyarakat yang sudah menyebar.“   (Hasyiatu Ibni Abidin: 3/375)

Mereka mempunyai dua alasan:

   Pertama: Uang zatnya bisa habis dengan sekali pakai. Uang hanya bisa dimanfaatkan dan dibelanjakan sehingga bendanya lenyap. Padahal inti dari wakaf adalah harta yang tetap. Oleh karena itu, ada persyaratan agar benda yang diwakafkan harus tahan lama dan tidak habis ketika dipakai.

Kedua: Uang diciptakan sebagai alat tukar, bukan untuk ditarik manfaatnya dengan mempersewakan zatnya

Pendapat Kedua: Wakaf tunai hukumnya boleh. Ini adalah pendapat Imam Zuhri, seorang ahli hadist, Muhammad bin Abdullah Al-Anshari, murid dari Zufar, sahabat Abu Hanifah, ini juga pendapat sebagian ulama mutaakhirin dari kalangan Hanafiyah dan sebagian ulama dari kalangan Syafii, sebagaimana disebutkan Mawardi dalam kitab al-Hawi al-Kabir, bahwa Abu Tsaur meriwayatkan hal itu dari Imam Syafi’i.

Di bawah ini beberapa nash dari mereka :

عَنِ الزُّهْرِي قَالَ:  فِيْمَنْ جَعَلَ أَلْفَ دِيْنَارٍ فِي سَبِيْلِ اللهِ دَفَعَهَا إِلَى غُلَامٍ لَهُ تَاجِرٍ يَتَّجِرُ بِهَا، وَجَعَلَ رُبْحَهُ صَدَقَةٌ لِلْمَسَاكِيْنَ وَالْأَقْرَبِيْنَ

Dari  Imam Zuhri bahwasanya ia berkata: “ Tentang seseorang yang mewakafkan seribu dinar di jalan Allah, dan uang tersebut diberikan kepada pembantunya untuk diinvestasikan, kemudian keuntungannya disedekahkan untuk orang-orang miskin dan para kerabat. “ (Shahih Bukhari: 4/14)

جَاءَ فِي حَاشِيَةِ ابْنِ عَابِدِيْنَ :  وَعَنِ الْأَنْصَارِيْ ، وَكَانَ مِنْ أَصْحَابِ زُفَرِ ، فِيْمَنْ وَقَفَ الدَّرِاهِمَ أَوْ مَا يُكَالُ أَوْ مَا يُوْزَنُ أَيَجُوْزُ ذَلِكَ؟ قَالَ: نَعَمْ، قِيْلَ: وَكَيْفَ؟ قَالَ: بِدِفْعِ الدَّرَاهِمَ مُضَارَبَةٌ ثُمَّ يَتَصَدَّقُ بِهَا فِي الْوَجْهِ الَّذِي وَقَفَ عَلَيْهِ

Dari Al-Anshari, dia adalah salah satu sahabat Zufar, ditanya tentang orang yang berwakaf dengan dirham atau dalam bentuk barang yang dapat ditimbang atau ditakar, apakah itu dibolehkan? Al-Anshari menjawab: Iya, boleh. Mereka bertanya bagaimana caranya? Beliau menjawab: dengan cara menginvestasikan dirham tersebut dalam mudharabah, kemudian keuntungannya disalurkan pada sedekahan. Kita jual benda makanan itu, harganya kita putar dengan usaha mudharabah, kemudian hasilnya disedekahkan.” (Hasyiatu Ibni Abidin: 3/374)

Di dalam al-Mudawanah al-Kubra Imam Malik disebutkan:

أَوْ قِيْلَ لَهُ فَلَوْ أَنَّ رَجُلًا حَبَّسَ مِائَةَ دِيْنَاٍر مَوْقُوْفَةٍ يسْلَفَهَا النَّاسُ وَيَرُدُّوْنَهَا عَلَى ذَلِكَ جَعَلَهَا حُبُسًا هَلْ تَرَى فِيْهَا زَكَاةٌ؟ فقال: نَعَمْ أَرَى فِيْهَا زَكَاةٌ

 “Ditanyakan kepada beliau tentang hukum seorang laki-laki yang menjadikan uangnya sebesar seratus dinar sebagai wakaf untuk dipinjamkan kepada masyarakat yang membutuhkan dan akan dikembalikan kepadanya lagi untuk disimpan lagi, apakah harta seperti ini  terkena kewajiban zakat? Beliau menjawab: Ya, saya berpendapat wajib dikeluarkan zakatnya.  (al-Mudawanah al-Kubra: 1/ 380)

Syeikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam Al-Fatawa (31/234-235) meriwayatkan satu pendapat dari kalangan Hanabilah yang membolehkan berwakaf dalam bentuk uang, dan hal yang sama dikatakan pula oleh Ibnu Qudamah dalam bukunya al-Mughni (8/229-230).

Pendapat Yang Benar

      Dari dua pendapat di atas, maka pendapat yang lebih mendekati kebenaran adalah pendapat yang mengatakan wakaf tunai hukumnya boleh, karena tujuan disyariatkan wakaf adalah menahan pokoknya dan menyebarkan manfaat darinya. Dan wakaf uang yang dimaksud bukanlah dzat uangnya tapi nilainya, sehingga bisa diganti dengan uang lainnya, selama nilainya sama.

     Kebolehan wakaf tunai ini telah ditetapkan pada konferensi ke- 15, Majma’ al-Fiqh al-Islami  OKI, No : 140 , di Mascot, Oman, pada tanggal 14-19 Muharram 1425 H/ 6-11 Maret 2004 M.  Selain itu, Majelis Ulama Indonesia (MUI) juga telah mengeluarkan fatwa kebolehan wakaf tunai, pada tanggal 11 Mei 2002.

     Wakaf Tunai juga sudah dituangkan dalam Peraturan Menteri Agama No. 4/ 2009 dan dalam Undang-undang nomor 41 tahun 2004 diatur dalam pasal 28 sampai pasal 31. Wallahu A’lam .

Minggu, 21 Januari 2018

Laporan Penghimpunan dan Pentasharufan Tahun 2017


Klik/sentuh untuk gambar yang lebih besar


Ingin berkonsultasi? Silahkan kirimkan pesan Anda

Nama

Email *

Pesan *