ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image

Membangun Keluarga Utama

Perubahan mindset BMT akibat perubahan jati diri dari lembga keuangan menjadi lembaga dakwah dibidang keuangan, bersama para anggota KSPPS Mitra Anda Sejahtera

ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image

Ringankan Beban dan Jadi Paling bermanfaat

Program Wakaf Ambulance senilai Rp. 180 Juta Kami luncurkan, GRATIS untuk Dhuafa dan Infaq bagi yang mampu, serta mendukung dakwah Islam dan tanggap bencana

ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image

Bantu Anak Indonesia Berprestasi

Masing-masing anak memiliki potensi dan kecerdasannya sendiri sendiri. Mereka bisa menjadi berprestasi sesuai dengan cita-cita dan potensi mereka dengan dukungan dari orang-orang terdekat, lingkungan dan kegiatan kegiatan yang membangun pribadi mereka

ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image

Wakaf Produktif hasilnya untuk ummat

Wakaf uang, salah satu wakaf produktif yang sangat flexible penggunaannya, bermanfaat sebelum akhirnya hasilnya disedekahkan

ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image

Dunia Islam tersiksa, Kemanusiaan menangis

Disiksa, diusir, dibom, dibunuh, dari anak-anak sampai orang dewasanya. Hanya karena mereka beragama Islam...

Wakaf Uang Terhimpun

Total Wakaf Uang Terhimpun Sampai Bulan Desember 2017 Rp. 30.041.963,-

Selasa, 27 September 2016

Berbisnis dengan Allah Melalui Wakaf

Sahabat, apakah termasuk orang yang suka berbisnis? Bagi seorang pebisnis, pastilah tahu bahwa partner bisnis yang bisa dipercaya merupakan salah satu hal terpenting. Tak ada gunanya mendapat janji ini itu jika nyatanya karakter partner bisnis kita pembohong, pengkhianat, dan seringkali hanya memberi ansor (angin sorga), namun faktanya keuntungan yang dijanjikan kosong belaka.

Lalu bagaimana menurut Anda jika diajak berbisnis dengan partner yang kaya raya, dermawan, murah hati, sabar, jujur dan suka memberi keuntungan berlipat ganda? Bukankah berbisnis dengan sosok seperti ini sudah pasti menguntungkan?

 Sahabat, sebenarnya itulah yang ditawarkan oleh Allah pada kita, yakni berbisnis denganNya, dengan memperoleh ganjaran surga! Bukankah Allah sebaik-baiknya penepat janji?

Mari kita simak ayat yang menerangkan hal ini:
 “Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn. Itulah keberuntungan yang besar.” (QS Ash-Shaff ayat 10-12)

 Lalu bagaimanakah cara untuk berbisnis denganNya? Bagi Anda yang memiliki kelebihan harta, salah satu bisnis yang Allah tawarkan adalah dengan mewakafkan harta yang memiliki nilai manfaat untuk orang banyak.

 Adapun syarat dan ketentuannya adalah sebagai berikut:
1. Syarat Wakaf harus ada Wakif Dalam syarat wakaf harus ada wakif. Wakif adalah orang yang mewakafkan harta benda miliknya. Syarat seorang wakif yaitu dewasa, berakal sehat dan juga tidak terhalang melakukan perbuatan hukum dan pemilik sah harta benda yang diwakafkan.

 2. Syarat Wakaf harus ada Nadzir Dalam syarat wakaf harus ada nadzir. Nadzir adalah orang yang diserahi tugas pemeliharaan dan pengurusan benda wakaf. Nadzir meliputi perseorangan, organisasi dan badan hukum.

 3. Syarat Wakaf harus ada Harta Benda Wakaf Syarat wakaf harus ada harta benda yang diwakafkan. Harta benda wakaf adalah benda baik bergerak maupun tidak bergerak yang memiliki daya tahan yang tidak hanya sekali pakai atau bernilai menurut ajaran islam.

 4. Syarat Wakaf harus ada Ikrar Wakaf Syarat wakaf harus ada ikrar wakaf. Ikrar wakaf adalah pernyataan kehendak dari wakif untuk mewakafkan benda miliknya. Ikrar wakaf dilaksanakan oleh wakil kepada nadzir di hadapan PPAIW (Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf) dengan disaksikan oleh 2 orang saksi, ikrar tersebut dinyatakan secara lisan dan atau tulisan serta diuangkan dalam akta ikrar wakaf oleh PPAIW

5. Syarat Wakaf harus ada Peruntukan Harta Benda Wakaf Syarat wakaf harus ada peruntukan harta benda wakaf. Dalam rangka mencapai fungsi wakaf dan tujuan wakaf, harta benda wakaf hanya dapat diperuntukan bagi : – Sarana ibadah – Kegiatan dan prasarana pendidikan serta kesehatan – Bantuan kepada anak terlantar, fakir miskin, yatim piatu dan beasiswa – Kemajuan dan peningkatan ekonomi umat – Kemajuan dan juga kesejahteraan umum lainnya yang tidak bertentangan dengan syariah dan peraturan perundang-undangan.

6. Syarat Wakaf harus ada Jangka Waktu Wakaf Pada umumnya para ulama berpendapat yang diwakafkan zatnya harus kekal. Namun Imam Malik dan golongan syi’ah Imamiyah menyatakan bahwa wakaf itu boleh dibatasi waktunya. Golongan Hanafiyah mensyaratkan bahwa harta yang diwakafkan itu zatnya harus kekal yang memungkinkan dapat dimanfaatkan terus-menerus. 

Sedangkan keuntungan yang dijanjikan oleh Allah bagi orang-orang yang berwakaf adalah sebagai berikut
1. Mendapat balasan berlipat ganda “Jika kalian meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan (pembalasannya) kepada kalian dan mengampuni kalian. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun”. (QS. At-taghabun:17) “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir. Pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi sesiapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. al-Baqarah: 261)

2. Balasan surga dan ampunan Allah “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan kemarahannya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS.Ali Imran:133-134) Sahabat, ketahuilah bahwa partner bisnis yang paling bisa dipercaya adalah Allah subhanahu wata’ala, Dia tak memiliki kepentingan apapun terhadap kita, tidak membutuhkan secuil pun keuntungan dari makhlukNya. Maka, sudahkah kita terpanggil untuk berbisnis denganNya? (SH)

Info Wakaf
Call center : 08122849570

Tunaikan Wakaf anda melalui:
Bank Mandiri Syariah : 7087503261 a.n. BMT ANDA QQ WAKAF BAITUL MAAL

Minggu, 25 September 2016

Jangan Sembarang Sedekah!



TAHUKAH Anda manfaat dari bersedekah? Ya, tentu sudah banyak Anda membaca atau mendengarkan dari para ulama Muslim yang menerangkan begitu dahsyatnya kekuatan sedekah. Hanya saja, banyak dari kita yang masih begitu sulit untuk berbagi kepada orang lain. Inilah yang menyebabkan banyaknya orang berkeluh kesah terhadap kehidupannya. Apa hubungannya?

Salah satu manfaat dari sedekah ialah bisa menghindarkan diri kita dari kesengsaraan. Tak percaya? Coba kita lihat tokoh agama terkemuka di negara kita ini, yakni Yusuf Mansur. Dulu, ia berada dalam taraf ekonomi yang rendah. Tapi, lihatlah kini. Ia memiliki kedudukan yang tinggi di mata manusia karena membiasakan diri untuk bersedekah.

Memang, pada hakikatnya Allah yang mengubah seseorang menjadi lebih baik. Tetapi, Allah pun tidak akan semata-mata mengubahnya jika tanpa usaha. Nah, sedekah itulah salah satu usaha yang bisa kita lakukan.

Sedekah pun tidak sembarang sedekah. Ada orang yang bersedekah tetapi kehidupannya masih tetap sama. Ia masih merasakan kesusahan dalam hidupnya. Mengapa bisa terjadi? salah satu faktornya ada pada hatinya. Apa itu? Rasa ikhlas.

Ya, ikhlas dalam bersedekah sangatlah diperlukan. Boleh saja kita mengharap sesuatu dari sedekah yang dikeluarkan. Tetapi, ingatlah jangan dilakukan kepada makhluk, langsung saja pinta kepada Allah. Sebab, banyak ditemukan orang yang sedekah meminta agar dirinya didoakan. Itu berarti masih ada unsur tidak ikhlas dalam dirinya –Wallahu ‘alam.

Hal terburuk ialah adanya orang yang bersedekah hanya ingin menunjukkan dirinya mampu untuk berbagi kepada sesama. Ia ingin memperoleh pujian dari orang lain. Ia merasa bangga diri dengan apa yang dilakukannya. Padahal, pada hakikatnya pujian itu hanyalah milik Allah. Harta yang kita keluarkan untuk bersedekah pun adalah milik Allah.

Nah, jadi dapat kita ketahui bahwasanya jika kita ingin memperoleh keberkahan dalam hidup, maka sedekahlah. Meski sedikit tetapi bisa memberi arti pada orang yang membutuhkannya. Tapi ingat, lakukanlah dengan ikhlas hanya untuk menggapai ridho Allah. Biarlah orang yang diberi itu berdoa dengan sendirinya untuk kebaikan kita, tanpa kita pinta. Dan biarkanlah orang lain tetap diam –tidak memuji, dengan Anda melakukan sedekah tanpa diketahui orang lain

Rabu, 21 September 2016

Rezeki Melimpah-Ruah Sejak Sedekah Makanan Pada Kucing



Sebenarnya, saya ini bukanlah 'cat lover'. Saya suka kucing tetapi saya geli dengan kucing. Kalau di toko Ibu atau kafe yang ada kucing, bila ada kucing lalu di bawah kaki dan ekornya terkena pada kaki saya, serius saya akan terkejut!

Kalau yang jenis kucing ingin makanan sampai dia berdiri pegang paha kita, itu saya sangat takut! Tetapi saya masih suka kucing. Kalau ada orang sampai peluk cium kucing seperti bantal itu, sayalah orangnya

Orang kata, kalau ingin murah rezeki, ingin hidup tenang, berbagi rezeki dengan makhluk tuhan. Salah satunya ialah kucing. Sebelum ini saya cuma lihat saja orang beri kucing makan.

Ada yang update media sosial beri kucing makan supaya murah rezeki. Ada usahawan yang berbagi tips ingin kaya dan sukses, salah satu tipsnya ialah beri kucing makan. Dan ada seorang mamat ini, saat saya shooting, dia beri kucing makan.

Saya tanya dia, dimana dapat makanan kucing itu? Dia kata, beli di supermarket saja. 1 paket dalam Rp. 10.000 saja. Ada banyak dalam mobilnya. Itu semua disediakan untk beri kucing agar makan.

Setelah beberapa bulan, saya melatih diri untuk memberi makanan kepada kucing-kucing. Dah beberapa bulan jugalah saya melakukan itu dan syukur rezeki tuhan mencurah-curah. Dalam mobil saya, saya sudah beli banyak sekali. Jadi saya bisa beri kucing makan walaupun saya belum memelihara seekor pun.

Kita mau duit Rp. 10 Juta tetapi sukar mau berikan uang 100 Ribu. Siapa yang ingat? Dalam Islam, kalau ingin kaya, kita harus keluarkan duit. Ingat itu!

Saya ini memang berniat mahu memelihara kucing tetapi bukan sekaranglah sebab rumah dan studio saya jauh. Jadi saya beri kasih sayang seperti ini dengan kucing.

"Chewah!"

Tak peduli kita ini mempunyai usaha atau tidak, jangan lupa berbagi rezeki sesama kita. Kita makan sama-sama, kita gemuk sama-sama.


Senin, 19 September 2016

Gaji Masih Pas-pasan Bukan Alasan Untuk Tak Bersedekah. Ini Alasannya!



Pernahkah kamu mendengar cerita tentang Mbah Jum, nenek penjual sayur di Malang yang beberapa waktu lalu tertangkap kamera netizen sedang memasukkan uang ke kotak sumbangan? Sehari-hari Mbah Jum mengumpulkan sayuran liar dan menjualnya di pasar. Pendapatannya mungkin tak lebih dari 30.000 perhari, tapi Mbah Jum selalu menyisihkan uangnya untuk mengisi kotak sumbangan di pojok pasar Pujon, Malang.

Duh, bulan ini harus beli sepatu, tas, dan baju buat kerja. Belum lagi harus benerin laptop. Harus beli tiket mudik lebaran pula.

Banyaknya kebutuhan yang harus kamu penuhi dan pendapatan yang serba pas-pasan memang alasan yang logis untuk ragu bersedekah. Kamu saja belum kecukupan, kenapa haru memikirkan yang lain? Tapi setelah kamu baca alasan-alasan di bawah ini, semoga kamu tahu bahwa pendapatan pas-pasan bukan alasan untuk bersedekah.

1. Dengan gaji yang pas-pasan harusnya kamu tahu bagaimana rasanya kekurangan . Tidakkah kamu ingin membantu mereka yang tak bisa makan?


Punya gaji pas-pasan memang serba salah. Kamu ingin ini dan itu seringnya tidak kesampaian karena tertutup oleh kebutuhan lainnya. Makan seadanya, jalan-jalan pun harus ditunda sampai nanti ada uang lebih. Dengan gaji pas-pasan itu, mungkin kamu tahu bagaimana rasanya hidup dalam kekurangan. Bukankah tidak enak kalau kita menginginkan sesuatu tapi tidak bisa meraihnya karena tidak ada uang? Sekarang, apakah kamu tidak ingin membantu mereka-mereka yang lebih tidak beruntung daripadamu, yang ingin makan tapi tidak bisa karena tidak ada yang dimakan?

2. Toh sedekah tidak harus berjuta-juta. Kalau menunggu kaya, kapan kamu akan melakukannya?


Kamu beralasan bahwa sedekahnya nanti saja, karena sekarang kamu sendiri masih serba kurang. Kalau kamu sudah berkecukupan dan tidak ada lagi kebutuhan yang menanti dipenuhi, barulah kamu akan bersedekah sebanyak-banyaknya. Tapi kamu lupa, masa depan kita tidak pernah terbaca. Sebagai manusia kita memang harus optimis dan berusaha untuk menjadi orang kaya. Tapi kalau menunggu saat itu tiba, kapan kira-kira kamu akan mulai melakukannya? Bisa setahun lagi, dua tahun, sepuluh tahun, atau bahkan tidak pernah. Kamu lupa bahwa sedekah tidak harus berjuta-juta. Tidak harus membangun sekolahan atau memberikan sumbangan sembako ratusan ton. Seribu atau dua ribumu saja sudah cukup bisa menolong.

3. Naluri alamiah manusia adalah tidak pernah puas. Bahkan meskipun nanti gajimu sudah puluhan juta, bisa saja kamu masih merasa kekurangan


Kamu mungkin juga lupa bahwa naluri kita sebagai manusia adalah tidak pernah puas. Saat ini dengan gajimu yang kecil kamu merasa pas-pasan. Seiring berjalannya waktu, saat gajimu sudah semakin tinggi, belum pasti juga kamu akan merasa berkecukupan. Seiring pendapatan yang meningkat kebutuhan dan keinginan kita juga akan meningkat. Semakin banyak uang yang kamu punya, semakin banyak yang kamu inginkan. Jadi bila menunggu sampai kamu tidak kekurangan lagi dan semua keinginanmu terpenuhi baru bersedekah, mungkin kamu memang tidak akan pernah melakukannya.

4. Kamu merasa sayang untuk sedekah ketika uangmu masih sedikit? Percayalah, semakin banyak uangmu nanti, semakin kamu sayang untuk mengeluarkannya


Baiklah, kamu merasa berat mengeluarkan uang untuk sedekah karena kamu merasa uang itu lebih baik ditabung atau memenuhi kebutuhan lainnya yang masih antre. Kamu berusaha pelit pada diri sendiri supaya untuk belajar hidup hemat dan demi masa depan yang lebih baik. Kamu juga berpikir bahwa nanti kalau uangmu sudah banyak, toh kamu tidak akan ragu-ragu lagi untuk mengeluarkan uang bersedekah. Belum tentu. Bisa jadi semakin banyak uang yang kamu punya, semakin sayang kamu mengeluarkannya untuk bersedekah, karena kamu lebih suka menyimpannya untuk dirimu sendiri.

5. Bersedekah meski gaji pas-pasan akan membuatmu belajar berbagi dalam kekurangan. Kamu juga akan jadi terampil mengelola keuangan


Kita hidup di dunia ini tidak sendirian. Kita juga tidak tahu apa yang terjadi di masa depan. Ketika membiasakan diri untuk bersedekah meski pendapatan masih pas-pasan, sebenarnya kamu sedang menempa hidupmu menjadi sosok yang lebih tegar. Dari sana kamu bisa belajar banyak hal, seperti berbagi dalam kekurangan. Kamu juga bisa belajar bagaimana cara mengatur keuanganmu, supaya dengan gajimu yang pas-pasan itu, kamu masih tetap bisa membantu mereka-mereka yang membutuhkan.

6. Jangan merasa sedekahmu tidak berarti apa-apa karena hanya sedikit nilainya. Kamu tak tahu seberapa seberapa besar seribu atau dua ribu bagi mereka yang membutuhkan


Apakah selama ini kamu enggan bersedekah karena merasa apa yang bisa kamu berikan tetap tidak bisa mengubah keadaan? Bisa untuk apa uang seribu atau dua ribu? Nasi putihpun tak cukup. Mereka tetap miskin dan kekurangan. Bukankah besok mereka juga belum tahu mau makan apa? Kalau ada yang harus membantu pastinya orang-orang kaya itu, yang bisa memberikan banyak uang. Jangan meremehkan seribu atau dua ribu yang kamu berikan. Karena mungkin uang yang tidak seberapa itu, menjadi penyelamat bagi mereka-mereka yang sekarat tidak bisa makan.

7. Seribu atau dua ribu untuk orang yang membutuhkan tidak akan membuatmu jatuh miskin, seribu atau dua ribu yang kamu simpan tidak akan membuatmu lebih kaya


Ironisnya, kamu merasa masih miskin saat dihadapkan pada kotak sumbangan, tapi kamu bisa menghabiskan uang berjuta-juta untuk membeli tas atau sepatu. Kamu menawar mati-matian harga barang di penjual kakilima, tapi kamu bisa saja membeli barang di mall yang harganya lima kali lipat. Memang benar bahwa saat ini gajimu masih pas-pasan, tapi mengeluarkan seribu sampai lima ribu uangmu untuk mereka yang membutuhkan, tidak akan membuatmu lebih miskin dari yang sebelum-sebelumnya bukan?

Bersedekah tidak harus berjuta-juta nilainya. Berapapun yang kamu mampu dan kamu punya, bisa sangat berarti bagi orang yang membutuhkan. Bila Mbah Jum yang penghasilannya tidak berjuta-juta perbulan saja bisa, kenapa kita tidak bisa?

Kamis, 15 September 2016

Tips Kaya : Shodaqoh dan Infaq di Jalan Alloh



SAYA malu, atau tepatnya sungkan, berbagi tips kaya dan bahagia yang satu ini karena takut dianggap berharap sesuatu atau takut mengajari hati saya sendiri berharap dan bergantung kepada selain Allah.

Namun saya ingin berbagi ini karena keyakinan saya akan kebenarannya dan testimoni teman-teman saya yang sudah mencapai posisi sukses, kaya dan bahagia. Tips yang satu ini adalah shadaqah atau infaq di jalan Allah.

Rasulullah bersabda dalam hadits shahih riwayat Turmudzi: "Harta seorang hamba tidak akan berkurang karena dishadaqahkan." Dalam hadits shahih yang lain Rasulullah bersabda: "Barang siapa menginfakkan hartanya di jalan Allah, maka dicatatkan untuknya 700 kali lipat." Cobalah renungkan pula firman Allah QS Al-Layl 5-7, 17-21, QS Al-Baqarah 271, QS Ali Imran 92. Keberkahan hidup melalui shadaqah sangat dakhsyat bukan?

Begitu hebatnya pengaruh infaq shadaqah dalam kehidupan kita sampai-sampai kita diperbolehkan iri yang positif pada para dermawan. Rasulullah bersabda: Tidak boleh iri hati kecuali pada dua hal: (iri terhadap) orang yang dikaruniai Allah dengan harta kemudian membelanjakannya dalam kebenaran dan (iri terhadap) orang yang dikaruniai Allah dengan ilmu kemudian mengamalkannya dan mengajarkannya." (Muttafaq Alaih).

Hadits lain menyatakan: "Tidak boleh iri kecuali terhadap dua (jenis manusia): seseorang yang Allah ajarkan kepadanya Al Qur`an, lalu dia membacanya di sepanjang malam dan siang, lalu tetangganya mendengarnya dan berkata: Seandainya aku diberikan (kemampuan membaca Al Qur`an) sebagaimana yang telah diberikan (Allah) kepada si Fulan sehingga aku dapat melakukan seperti apa yang dia lakukan. ; dan seseorang yang Allah berikan kepadanya harta, lalu dia menafkahkannya di dalam kebenaran, lalu ada seseorang yang berkata: Seandainya aku diberikan (harta) sebagaimana yang telah diberikan (Allah) kepada si Fulan sehingga aku dapat melakukan seperti apa yang dia lakukan." [HR Al Bukhari (5026)]

Di mana posisi kita? Masih di "seandainya?" Diskusikan dengan keluarga lalu putuskan dan laksanakan. Semoga semakin sukses, kaya dan bahagia. Salam

AIM
Pengasuh Ponpes Kota Alif Laam Miim Surabaya.

Rabu, 14 September 2016

Dengan Sedekah, yang Sulit Menjadi Mudah



SUATU hari di sekitar tahun 2005 saya dan seorang kakak laki-laki sedang kehabisan uang dalam sebuah perjalanan menuju kost. Uang di dompet cuma tersisa satu lembar uang seribuan. Sedangkan, di saku kakak hanya ada selembar lima ribuan.

Padahal untuk sampai ke kost kami harus naik angkot dua kali oper. Jelas uang yang ada tidak mencukupi untuk meneruskan perjalanan kami berdua. Meskipun digabungkan sekalipun. Kami berdua sempat duduk termenung di ruang tunggu sebuah terminal. Bingung sekaligus berfikir bagaimana caranya agar kami bisa sampai kost dengan selamat. Setelah merasa tidak mendapatkan jalan keluar, akhirnya kami berdua jalan kaki tak tentu arah.

 Dalam situasi yang sempit itu kami terus memohon pada Allah Swt agar diberi jalan dan kemudahan. Karena kami sangat yakin dalam satu kesulitan pasti ada seribu kemudahan. Tak berapa jauh kami berjalan, kami menjumpai seorang pengemis yang duduk di pinggir emperan ( teras ) sebuah toko. Pengemis tua seorang kakek-kakek dengan baju serta celana kumal, membawa tongkat dan memakai topi kusam duduk bersila.

Di hadapannya dia letakkan sebuah kaleng bekas sabun colek yang terisi beberapa uang recehan. Pada saat kami jalan di depannya sontak kakak merogoh saku celananya dan mengeluarkan selembar uang lima ribuan lantas di masukkan ke dalam kaleng milik si kakek pengemis tadi. Saya sempat tegur setelahnya, kenapa dikasihkan ke orang padahal kita kan lagi dalam kesulitan. Tapi kakak tidak menanggapi, dari raut mukanya malah tampak tenang dan ada sebersit keyakinan di sana. Tidak berapa lama tiba-tiba ada seseorang lagi-laki pengendara motor menyapa kakak. Ternyata teman kerja kakak. Akhirnya di situ kakak dan temannya berbincang sebentar.

Di situ kami mendapatkan pertolongan, akhirnya kami bisa sampai ke kost dengan ongkos dipinjami oleh temannya kakak tadi. Suatu waktu kakak cerita katanya temannya mengikhlaskan uangnya dan tidak mau diganti. Sahabat, sering kita berfikir jika bersedekah hanya di saat kita sedang mampu saja. Manakala keuangan sedang terjepit kita menganggap tidak perlu untuk bersedekah dengan alasan diri sendiri saja sedang sulit, jika harus bersedekah bagaimana nasib kita nanti. Rumus sedekah memang tidak bisa dilogika memakai ukuran manusia. Tapi Allah yang mengatur segalanya.

Sedekah merupakan pintu kemudahan terhadap kesempitan yang sedang kita alami. Sebagaimana yang difirmankan Allah Swt : “Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rejekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah diberikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangam sesudah kesempitan,” (QS. Ath-Thalaq : 7).

 Saat kita mengalami kesulitan entah itu terlilit hutang yang tiada habisnya, anak susah di atur, sakit yang tak kunjung sembuh, jodoh yang belum juga menghampiri dan berbagai masalah lain, cobalah untuk bersedekah. Sedekah itu merupakan obat mujarab menanggulangani segala kerumitan hidup. Sedekah juga merupakan bukti sejauh mana seorang hamba telah yakin dan percaya dengan janji yang diberikan Allah.

 Bagi seseorang yang imannya kokoh dan tidak ada setitikpun keraguan, melakukan sedekah tidak akan melihat dirinya dalam keadaan lapang ( banyak uang/ harta ) ataupun sulit ( miskin ). Sedekah bukan memberikan sebagian rejeki kita ke orang lain tanpa arti. Di saat kita bersedekah Allah membuka pintu kemudahan selebar-lebarnya terhadap kesulitan yang sedang kita alami. Seberapapun besarnya kesulitan itu.

Tapi bagaimana jika kita sedang tidak memiliki apapun untuk disedekahkan? Sedekah itu tidak hanya bersifat materi. Bahkan senyum kepada tetangga juga termasuk sedekah. Berbuat kebaikan semaksimal yang kita mampu dengan menolong sesama yang membutuhkan tenaga kita juga merupakan sedekah. Apapun bentuk sedekah kita, maka Allah akan membalasnya dengan kemudahan-kemudahan yang barangkali di luar dugaan kita. Wallahu’alam bish shawab.

Oleh: Muntarsih Zakiyya Sakhie, tinggal di Timika-Papua

Ingin berkonsultasi? Silahkan kirimkan pesan Anda

Nama

Email *

Pesan *