ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image

Membangun Keluarga Utama

Perubahan mindset BMT akibat perubahan jati diri dari lembga keuangan menjadi lembaga dakwah dibidang keuangan, bersama para anggota KSPPS Mitra Anda Sejahtera

ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image

Ringankan Beban dan Jadi Paling bermanfaat

Program Wakaf Ambulance senilai Rp. 180 Juta Kami luncurkan, GRATIS untuk Dhuafa dan Infaq bagi yang mampu, serta mendukung dakwah Islam dan tanggap bencana

ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image

Bantu Anak Indonesia Berprestasi

Masing-masing anak memiliki potensi dan kecerdasannya sendiri sendiri. Mereka bisa menjadi berprestasi sesuai dengan cita-cita dan potensi mereka dengan dukungan dari orang-orang terdekat, lingkungan dan kegiatan kegiatan yang membangun pribadi mereka

ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image

Wakaf Produktif hasilnya untuk ummat

Wakaf uang, salah satu wakaf produktif yang sangat flexible penggunaannya, bermanfaat sebelum akhirnya hasilnya disedekahkan

ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image

Dunia Islam tersiksa, Kemanusiaan menangis

Disiksa, diusir, dibom, dibunuh, dari anak-anak sampai orang dewasanya. Hanya karena mereka beragama Islam...

Wakaf Uang Terhimpun

Total Wakaf Uang Terhimpun Sampai Bulan Desember 2017 Rp. 30.041.963,-

Jumat, 29 Juli 2016

Beda Pajak dengan Zakat

Pertanyaan : 
Assalamu'alaikum Wr. Wb.

Pak Ustaz yang terhormat,
Apakah perbedaan antara pajak dan zakat (mal)? Apakah di negara-negara Islam memang ada pembedaan antara pajak dan zakat (mal)? Karena saya pernah baca tulisan dari Mushtaq Ahmad: zakat (mal) adalah sumber utama kas negara sekaligus merupakan soko guru dari kehidupan ekonomi yang dicanangkan Al-Qur’an. Zakat akan mencegah terjadinya akumulasi harta pada satu tangan, dan pada saat yang sama mendorong manusia untuk melakukan investasi dan mempromosikan distribusi. Zakat juga merupakan institusi yang komprehensif untuk distribusi harta, karena hal ini menyangkut harta setiap muslim secara praktis, saat hartanya telah sampai atau melewati nishab. Akumulasi harta di tangan seseorang atau sekelompok orang kaya saja, secara tegas dilarang Allah SWT, sebagaimana firman-Nya:
“…agar harta itu jangan hanya beredar di antara orang-orang kaya saja di antara kamu…” (QS. Al-Hasyr, 59:7)

Mohon penjelasan ustadz, Jazakumullah khoiron katsiro.

Wassalamu'alaikum wr. wb.


Jawaban :

Jawaban :
Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Kita tahu memang ada banyak kesamaan antara pajak dengan zakat. Tetapi tidak bisa dipungkiri bahwa antara kedua tetap ada perbedaan yang hakiki. Sehingga keduanya tidak bisa disamakan begitu saja.

Persamaan Zakat dengan Pajak

Bersifat wajib dan mengikat atas harta penduduk suatu negeri, apabila melalaikannya terkena sanksi.
Zakat dan pajak harus disetorkan pada lembaga resmi agar tercapai efisiensi penarikan keduanya dan alokasi penyalurannya.
Dalam pemerintahan Islam, zakat dan pajak dikelola oleh negara.
Tidak ada ketentuan memperoleh imbalan materi tertentu didunia.
Dari sisi tujuan ada kesamaan antara keduanya yaitu untuk menyelesaikan problem ekonomi dan mengentaskan kemiskinan yang terdapat di masyarakat.
Perbedaan Zakat dengan Pajak

Namun dengan semua kesamaan di atas, bukan berarti pajak bisa begitu saja disamakan dengan zakat. Sebab antara keduanya, ternyata ada perbedaan-perbedan mendasar dan esensial. Sehingga menyamakan begitu saja antara keduanya, adalah tindakan yang fatal.

Kami buatkan tabel yang mengungkapkan bagaimana perbedaan zakat dengan pajak. Silahkan anda perhatikan baik-baik. Dan semoga bermanfaat.

Perbedaan          Zakat                                                 Pajak
Arti Nama          bersih, bertambah dan berkembang Utang, pajak, upeti
Dasar Hukum          Al-Qur`an dan As Sunnah                 Undang-undang suatu negara
Nishab dan Tarif  Ditentukan Allah dan bersifat mutlak Ditentukan oleh negara dan yang bersifat
                                                                                                relatif
Nishab                      zakat memiliki ukuran tetap                  sedangkan pajak berubah-ubah sesuai
                                                                                                dengan neraca anggaran negara
Sifat Kewajiban        bersifat tetap dan terus menerus         Kewajiban sesuai dengan kebutuhan dan
                                                                                                dapat dihapuskan
Subyek                  Muslim                                                 Semua warga negara
Obyek Alokasi
Penerima Tetap        8 Golongan                                         Untuk dana pembangunan dan anggaran
                                                                                                rutin
Harta yang
Dikenakan          Harta produktif                                 Semua Harta
Syarat Ijab Kabul  Disyaratkan                                         Tidak Disyaratkan
Imbalan                  Pahala dari Allah dan janji                     Tersedianya barang dan jasa publik
                                 keberkahan harta
Sanksi                  Dari Allah dan pemerintah Islam         Dari Negara
Motivasi
Pembayaran          Keimanan dan ketakwaan kepada          Ketaatan dan ketakutan pada negara dan
                                 Allah                                                       sanksinya
Perhitungan          Dipercayakan kepada Muzaki dan Selalu menggunakan jasa akuntan pajak
                                 dapat juga dengan bantu 'amil zakat

Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,


Ahmad Sarwat, Lc.

Dosa Riba

Pertanyaan :

Assalamu’alaikum wr wb, Saya mohon bertanya ustadz.. Mohon informasinya ya ustadz
Hadist manakah yang menyatakan bahwa dosa riba itu sama dengan dosa berzinah dengan orang tua kandung sendiri ?
Terima kasih sebelumnya ustadz,
Wassalamu’alaiku wr. wb.


Assalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Saking dahsyatnya riba itu, sampai disebutkan bahwa dosa menjalankan riba itu setara dengan berzina ibu kandung sendiri.

Berzina saja sudah berdosa, apalagi berzinanya dengan ibu kandung sendiri, tentu dosanya berlipat-lipat. Sebab ibu kandung adalah wanita mahram yang haram untuk dinikahi. Kalau pun tidak dengan jalan zina tetapi dengan pernikahan pun juga tetap berdosa.

Hadits yang menegaskan hal itu adalah hadits berikut ini :

عَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ مَسْعُودٍ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ عَنْ اَلنَّبِيِّ قَالَ: اَلرِّبَا ثَلاثَةٌ وَسَبْعُونَ بَابًا أَيْسَرُهَا مِثْلُ أَنْ يَنْكِحَ اَلرَّجُلُ أُمَّهُ

Dari Abdullah bin Masud RA dari Nabi SAW bersabda,"Riba itu terdiri dari 73 pintu. Pintu yang paling ringan seperti seorang laki-laki menikahi ibunya sendiri. (HR. Ibnu Majah dan Al-Hakim)

Yang menarik dari hadits di atas adalah ketika disebutkan bahwa dari 73 pintu riba, yang paling ringan adalah seperti berzina dengan ibu kandung sendiri. Itu yang paling ringan, lalu bagaimana dengan yang paling berat?

Tentu lebih parah lagi, ya.

Riba Lebih Dahsyat Dari 36 Perempuan Pezina

Bahkan masih ada lagi hadits yang agak mirip, yaitu haramnya dosa riba lainnya adalah setara dengan 36 perempuan pezina, sebagaimana disebutkan dalam hadits berikut ini :

عَنْ عَبْدِ الله بْنِ حَنْظَلَة غَسِيلُ المَلاَئِكةِ قَالَ : قَالَ رَسُولُ الله ِدرْهَمُ رِبَا يَأْكُلُهُ الرَّجُلُ وَهُوَ يَعْلَمُ أَشَدُّ مِنْ سِتٍّ وَثَلاَثِيْنَ زَنِيَّة - رواه أحمد

Dari Abdullah bin Hanzhalah ghasilul malaikah berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda,"Satu dirham uang riba yang dimakan oleh seseorang dalam keadaan sadar, jauh lebih dahsyah dari pada 36 wanita pezina. (HR. Ahmad)

Sesungguhnya riba termasuk satu dari tujuh dosa besar yang telah ditentukan Allah SWT. Pelakunya diperangi Allah di dalam Al-Quran, bahkan menjadi satu-satunya pelaku dosa yang dimaklumatkan perang di dalam Al-Quran adalah mereka yang menjalankan riba.

Pelakunya juga dilaknat oleh Rasulullah SAW. Mereka yang menghalalkan riba terancam dengan kekafiran, tetapi yang meyakini keharamannya namun sengaja tanpa tekanan menjalankanya termasuk orang fasik.
Dalam konteks hukum, ada dua kemungkinan buat mereka yang menjalankan riba, yaitu kafir atau fasik.

1. Kafir

Seorang muslim wajib mengetahui bahwa riba itu haram. Karena keharaman riba adalah sesuatu yang sudah teramat jelas tanpa ada keraguan dan kesamaran sedikitpun, sebagaimana keharaman mencuri, minum khamar, berzina, membunuh nyawa manusia dan seterusnya.

Dan bila ada seorang muslim dengan sepenuh kesadaran hati berkeyakinan bahwa praktek riba itu halal, maka dia telah menjadi kafir atas keyakinannya itu.

Untuk itu wajib buat umat Islam untuk memberinya informasi, pelajaran, ilmu, nasihat dan pengarahan yang sebaik-baiknya, supaya pemahamannya yang keliru itu bisa diluruskan kembali.

Kalau upaya itu sudah dilakukan dengan cara yang benar dan sepenuh kesabaran, tetapi yang bersangkutan masih tetap saja meyakini kehalalan riba, tindakan selanjutnya yang boleh dilakukan adalah pelaku itu diminta bertaubat, agar keyakinannya itu bisa kembali diluruskan.

Dan apabila sudah diminta bertaubat, masih juga menghalalkan riba, diberi waktu untuk berpikir selama beberapa waktu, sampai akhirnya qadhi berhak menjatuhinya hukuman yang membuatnya berubah pikiran, hingga hukuman mati.

2. Fasik

Seorang muslim yang masih menyakini bahwa riba itu haram, namun masih menjalankannya tanpa ada alasan syar'i yang masuk akal, statusnya bukan kafir tetapi fasik.

Sedangkan muslim yang menjalankan riba karena tekanan tertentu, keterpaksaan, dan juga udzur yang lainnya, sementara dia masih berkeyakinan bahwa riba itu haram, akan dihisab secara adil di hari kiamat oleh Allah.

Bisa saja dia dibebaskan dari tuntutan dosa, karena kemurahan Allah, namun bisa juga dia disiksa karena keadilan Allah. Semua akan kembali kepada alasan dan latar belakang kenapa seseorang menjalankan dosa riba.

Karena itu yang paling aman adalah meninggalkan riba itu sepenuhnya, apapun resikonya di dunia.


Wallahu a'lam bishshawab, wassalamu 'alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

Ahmad Sarwat, Lc., MA

Jumat, 22 Juli 2016

Wakaf Tunai (Wakaf Melalui Uang) vs Wakaf Uang

Majelis Ulama Membedakan Antara Wakaf Tunai (Wakaf Melalui Uang) dan Wakaf Uang
secara praktek digambarkan oleh tabel berikut



Istilah Istilah dalam Wakaf

Wakaf
Perbuatan hukum wakif untuk memisahkan dan/atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu sesuai dengan kepentingannya guna keperluan ibadah dan/atau kesejahteraan umum menurut syariah

Benda Wakaf
Harta benda yang memiliki daya tahan lama dan/atau manfaat jangka panjang serta mempunyai nilai ekonomi menurut syariah yang diwakafkan oleh Wakif

Wakif
Pihak yang mewakafkan harta benda miliknya

Nazhir
Pihak yang menerima harta benda wakaf dari Wakif untuk dikelola dan dikembangkan sesuai dengan peruntukannya

Ikrar Wakaf
Pernyataan kehendak wakif yang diucapkan secara lisan dan/atau tulisan kepada Nazhir untuk mewakafkan harta benda miliknya

Mauquf ‘Alaih
Penerima manfaat benda wakaf

Minggu, 17 Juli 2016

Gallery Program Ramadhan 1437 H (3)

Distriburi Paket Berbagi Ta'jil dan Berbuka Puasa


(1)

(2)

(3)

(1), (2), (3), Pembagian Paket Ta'jil dan Berbuka Puasa Di Kantor Baitul Maal ANDA
Sebanyak 23 Anak Yatim Dhuafa, 19 Janda Tua Dhuafa ikut berbahagia menyantap sajian Ta'jil dan Buka Puasa hasil dari donasi Para Donatur


Pembagian Paket Ta'jil dan Buka Puasa di daerah Rawan Aqidah, Desa Deliksari Kecamatan Gunungpati
sekitar 100 Anak di lingkungan tersebut gembira menerima Paket


(1)

(2)

(1), (2), Pembagian Ta'jil di acara Khataman Al Qur'an Majelis Taklim Raudhatul Jannah Kecamatan Semarang Utara, Sebanyak 120 Jamaah menerima paket berbagi Ta'jil


KAMI UCAPKAN SYUKRON JAZAKUMULLOH KHOIRON KATSIRON KEPADA SELURUH DONATUR YANG MENDUKUNG PROGRAM KAMI

Semoga Program selanjutnya bisa lebih baik...aamiin

Gallery Program Ramadhan 1437 H (2)

Distribusi Paket Berbagi Kebahagiaan untuk Anak Yatim/Dhuafa dan Janda Tua Dhuafa


Distribusi Paket Anak Yatim/Dhuafa (Perwakilan) di Kantor Baitul Maal ANDA

Pembagian Paket Berbagi Bahagia Kepada Janda Tua Dhuafa
(1)
(2)

(3)
(1), (2), (3) Pembagian Paket Untuk Anak Yatim yang diantar ke Rumah Anak Yatim/Dhuafa oleh Relawan

KAMI UCAPKAN SYUKRON JAZAKUMULLOH KHOIRON KATSIRON KEPADA SELURUH DONATUR YANG MENDUKUNG PROGRAM KAMI

Semoga Program selanjutnya bisa lebih baik...aamiin



Gallery Program Ramadhan 1437 H (1)

Berbagi Paket Berkah (Paket untuk Da'i dan Guru Ngaji)



Paket Berkah Untuk Para Asatidz di Madrasah Diniyah Nurul Huda Kecamatan Pedurungan

Paket Berkah untuk para Guru Ngaji PAUD Pelangi Nusantara di Deliksari Kecamatan Gunungpati

Paket Berkah untuk para Guru Ngaji di Majelis Taklim Raudhatul Jannah Kecamatan Semarang Utara

Paket Berkah Untuk guru Ngaji di TPQ Roudhotul Qur'an, Tanjung Emas, Semarang Utara

Paket Berkah untuk Guru Ngaji, Diwakili oleh Pembina Majelis Taklim Al Hidayah Kecamatan Gajahmungkur

Paket Berkah untuk Guru Ngaji TPQ Al Ikhlas di daerah Tanjung Mas kecamatan Semarang Utara

Ada 25 Paket Berkah yang dibagikan oleh para relawan Baitul Maal ANDA
Di antaranya di Madrasah Diniyah Nurul Huda di Kecamatan Pedurungan
Di Paud Pelangi Nusantara daerah rawan Aqidah di desa Deliksari Kecamatan gunungpati
Di Majelis Taklim Al Hidayah RW 6 Kelurahan Bendan Duwur Kecamatan Gajahmungkur
Di Majelis Taklim Raudhatul Jannah Masjid An Nur Kecamatan Semarang Utara
Di TPQ Roudhotul Qur'an, Tanjung Mas, Semarang Utara
Di TPQ Al Ikhlas Tanjung Mas, Semarang Utara

Semoga program selanjutnya bisa lebih baik dari segi kuantitas (banyaknya) dan kualitas isi paket...aamiin

JAZAKUMULLOH KHOIRON KEPADA SEMUA DONATUR YANG MENDUKUNG PROGRAM KAMI, SEMOGA MENJADIKAN BERKAH UNTUK HARTA ANDA DAN KELUARGA ANDA, AAMIIN

Ingin berkonsultasi? Silahkan kirimkan pesan Anda

Nama

Email *

Pesan *