ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image

Membangun Keluarga Utama

Perubahan mindset BMT akibat perubahan jati diri dari lembga keuangan menjadi lembaga dakwah dibidang keuangan, bersama para anggota KSPPS Mitra Anda Sejahtera

ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image

Ringankan Beban dan Jadi Paling bermanfaat

Program Wakaf Ambulance senilai Rp. 180 Juta Kami luncurkan, GRATIS untuk Dhuafa dan Infaq bagi yang mampu, serta mendukung dakwah Islam dan tanggap bencana

ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image

Bantu Anak Indonesia Berprestasi

Masing-masing anak memiliki potensi dan kecerdasannya sendiri sendiri. Mereka bisa menjadi berprestasi sesuai dengan cita-cita dan potensi mereka dengan dukungan dari orang-orang terdekat, lingkungan dan kegiatan kegiatan yang membangun pribadi mereka

ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image

Wakaf Produktif hasilnya untuk ummat

Wakaf uang, salah satu wakaf produktif yang sangat flexible penggunaannya, bermanfaat sebelum akhirnya hasilnya disedekahkan

ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image

Dunia Islam tersiksa, Kemanusiaan menangis

Disiksa, diusir, dibom, dibunuh, dari anak-anak sampai orang dewasanya. Hanya karena mereka beragama Islam...

Wakaf Uang Terhimpun

Total Wakaf Uang Terhimpun Sampai Bulan Desember 2017 Rp. 30.041.963,-

Minggu, 26 Juni 2016

Profil Baitul Maal ANDA

Kantor Pusat Baitul Maal ANDA
Baitul Maal ANDA adalah bagian dari KSPPS MITRA ANDA SEJAHTERA yang berkhidmat mengangkat harkat sosial kemanusiaan kaum dhuafa. Sebagai lembaga kemanusiaan, amil zakat dan nazhir wakaf uang. Kelahiran Baitul Maal ANDA berasal dari rasa kasih sayang dan keprihatinan kepada nasib kaum dhuafa. Baitul Maal ANDA Semarang mempunyai semangat Lebih Peduli dan Memberdayakan.
Beranjak dari rasa kasih sayang, keprihatinan, dan kepedulian. Kami sepakat memulai mengaktifkan Baitul Maal ANDA pada bulan Juli tahun 2014 dengan tujuan mulia yakni wujud nyata kepedulian KSPPS MITRA ANDA SEJAHTERA sebagai perusahaan sosial dan menjadi fasilitator dari para dermawan kepada kaum dhuafa.

Visi Baitul Maal ANDA
Menjadi Motor Penggerak kemandirian rakyat menuju terwujudnya tatanan masyarakat yang peduli

Misi Baitul Maal ANDA
  • Menyusun dan melaksanakan program-program pemberdayaan ekonomi berbasis ummat secara menyeluruh
  • Membangun dan mengembangkan jaringan kerja pemberdayaan seluas-luasnya

Kantor Pusat :
Jl. Menoreh Utara Raya No. 1 Sampangan Semarang
Telpon : 024 8414987
WhatsApp : 0858 7576 8939 
Pin BBM : 572A72CF, 
Fanspage fb : Baitul Maal Anda
Email : baitulmalanda@gmail.com

LEGALITAS FORMAL :
Pasal 27, Per. Men. KUKM RI Nomor 16 /Per/M.KUKM/IX/2015 Tentang Kegiatan Maal (Baitul Maal)

Sertifikat Nazhir Wakaf BWI (Badan Wakaf Indonesia) No. 2015.3.008
Surat Tanda Bukti Pendaftaran Nazhir No. 3.3.00157



Tabel Zakat, Apa Saja yang Kena Zakat, Siapa Saja yang Harus Berzakat, dan Kapan Waktunya?

Zakat Untuk Dhuafa, Kesehatan, Pendidikan, Yatim, dan Pemberdayaan
Tabel Zakat


Kami Tambahkan Keterangan Tentang Zakat Maal (Harta)
Yang Termasuk  harta harta yang terkena zakat maal (harta)

1. Harta dalam bentuk Tabungan/Deposito/Giro/Investasi
2. Logam Mulia (Emas/Perak)
3. Surat Berharga
4. Properti *3)
5. Harta Dalam Bentuk Kendaraan *4)
6. Koleksi Seni & Barang antik *5)
7. Stok Barang Dagangan *6)
8. Dalam Bentuk Piutang Lancar
9. dll

Keterangan. 
1. Yang dimaksud kebutuhan pokok adlaah kebutuhan sandang, pangan, papan, pendidikan, kesehatan dan alat transportasi primer
2. Surat Berharga antara lain nilai tunai dari reksadana, saham, obligasi, unit link, dll
3. Rumah (Properti) yang digunakan sehari hari tidak dikenakan zakat
4. kendaraan yang digunakan sehari-hari TIDAK DIKENAKAN ZAKAT
5. Nilai koleksi dapat ditaksir sendiri, bila dimungkinkan dapat dibantuk kurator senu.
6. Contoh bagi pedagang yang harus melunasi cicilan atas barang yang diperdagangkan

Rekening Donasi
Zakat dan Infaq :
Bank Syariah Mandiri 7074631414 a.n. Mahatma Yusuf qq Baitul Maal ANDA
BCA 0095533481 a.n. Muhammad Idris
BRI 3041 01 016901 53 0 a.n. Diyah Sulistiyani
Mandiri 135 00 10 110417 a.n. Diyah Sulistiyani
Muamalat 50 10 10 76 02 a.n. KSU MITRA ANDA

Wakaf : Bank Syariah Mandiri 7087503261 a.n. BMT ANDA qq Wakaf Baitul Maal

catatan:
Tambahkan Kode (nominal) 571 untuk kode zakat dan kode (452) untuk infaq/sedekah, dan kode (572) untuk wakaf
contoh:
Zakat Rp. 1.000.000 maka yang ditransfer  adalah Rp. 1.000.571
Infaq Rp. 1.000.000 maka yang ditransfer adalah Rp. 1.000.452
Wakaf Rp. 1.000.000 maka yang ditransfer adalah Rp. 1.000.572

Jazakumulloh Khoiron Katsiron



Rabu, 22 Juni 2016

Baitul Maal ANDA Bagikan Sesuatu untuk anak Yatim dan Janda Tua Dhuafa...

Anak Yatim/Dhuafa menerima Paket Santunan
Baitul Maal ANDA menyampaikan amanah dari para donatur, dalam acara "Tausyiah dan Pengajian Bersama Anak Yatim dan Dhuafa" 15 Juni 2016. Sebanyak 30 Anak Yatim dan 20 Janda tua Dhuafa menerima Santunan. Anak Yatim/Dhuafa menerima paket berupa Tas, alat tulis, buku tulis, Jajanan, dan uang saku. sedangkan Janda Dhuafa menerima paket sembako, yang terdiri dari beras, minyak, sirup, teh, susu, dan Biskuit.

Acara dimulai pukul 16.00 dengan Sambutan sambutan, pertama dari Pengurus dan Pengelola, juga dari Ketua RW IV Sampangan Semarang

Kemudian secara simbolisasi penyerahan santunan diwakili oleh delapan penerima santunan
dilanjutkan acara Tausyiah diisi oleh Ustadz. Diding Darmudi Lc. MA, yang juga merupakan ketua Dewan Pengawas Syariah KSPPS Mitra Anda Sejahtera.

Ustadz Diding dalam Tausyiahnya berpesan bahwa jika jika kita ingin keluar dari masalah kemelut hidup salah satu caranya adalah dengan bersedekah, seperti yang diadakan oleh Baitul Maal ANDA ini.

Acara diakhiri dengan penyerahan santunan kepada semua penerima, dan buka puasa bersama dengan pengelola dan pengurus.

Acara ini selain untuk menunaikan amanah dari para donatur, juga untuk memberikan manfaat untuk warga di sekitar kantor pusat atas kebaradaan kami.

Kepada seluruh Donatur kami haturkan, Jazakumulloh Khoiron Katsiron, semoga donasi yang sudah dititipkan kepada kami menjadi berkah untuk Anda, Keluarga dan Harta Anda.



Penyerahan Sembako kepada Janda Dhuafa

Buka Puasa Bersama Penerima Santunan beserta Pengurus dan Pengelola Baitul Maal ANDA

Kamis, 16 Juni 2016

Wakaf Uang Apa Sih?

Wakaf Uang
Istilah wakaf uang belum dikenal di zaman Rasulullah. Wakaf uang (cash waqf ) baru dipraktekkan sejak awal abad kedua hijriyah. Imam az Zuhri (wafat 124 H) salah seorang ulama terkemuka dan peletak dasar tadwin al-hadits memfatwakan, dianjurkan wakaf dinar dan dirham untuk pembangunan sarana dakwah, sosial, dan pendidikan umat Islam. Di Turki, pada abad ke 15 H praktek wakaf uang telah menjadi istilah yang familiar di tengah masyarakat. Wakaf uang biasanya merujuk pada cash deposits di lembaga-lembaga keuangan seperti bank, dimana wakaf uang tersebut biasanya diinvestasikan pada profitable business activities. Keuntungan dari hasil investasi tersebut digunakan kepada segala sesuatu yang bermanfaat secara sosial keagamaan.

Pada abad ke 20 mulailah muncul berbagai ide untuk meimplementasikan berbagai ide-ide besar Islam dalam bidang ekonomi, berbagai lembaga keuangan lahir seperti bank, asuransi, pasar modal, institusi zakat, institusi wakaf, lembaga tabungan haji dll. Lembaga-lembaga keuangan Islam sudah menjadi istilah yang familiar baik di dunia Islam maupun non Islam.

Dalam tahapan inilah lahir ide-ide ulama dan praktisi untuk menjadikan wakaf uang salah satu basis dalam membangun perkonomian umat. Dari berbagai seminar, yang dilakukan oleh masyarakat Islam, maka ide-ide wakaf uang ini semakin menggelinding. Negara- negara Islam di Timur Tengah, Afrika, dan Asia Tenggara sendiri memulainya dengan berabagai cara.

Di Indonesia, sebelum lahirnya UU No. 41 tahun 2004, Majelis Ulama Indonesia telah mengeluarkan fatwa tentang Wakaf Uang, (11/5/2002).
  1. Wakaf Uang (Cash Wakaf/Wagf al-Nuqud) adalah wakaf yang dilakukan seseorang, kelompok orang, lembaga atau badan hukum dalam bentuk uang tunai.
  2. Termasuk ke dalam pengertian uang adalah surat-surat berharga.
  3. Wakaf uang hukumnya jawaz (boleh)
  4. Wakaf uang hanya boleh disalurkan dan digunakan untuk hal-hal yang dibolehkan secara syar'i.
  5. Nilai pokok Wakaf Uang harus dijamin kelestariannya, tidak boleh dijual, dihibahkan, dan atau diwariskan. 

Ihwal diperbolehkannya wakaf jenis ini, ada beberapa pendapat yang memperkuat fatwa tersebut.

Pertama, pendapat Imam al-Zuhri (w. 124H.) bahwa mewakafkan dinas hukumnya boleh, dengan cara menjadikan dinar tersebut sebagai modal usaha kemudian keuntungannya disalurkan pada mauquf 'alaih (Abu Su'ud Muhammad. Risalah fi Jawazi Waqf al-Nuqud, [Beirut: Dar Ibn Hazm, 1997], h. 20-2 1).

Kedua, mutaqaddimin dari ulaman mazhab Hanafi (lihat Wahbah al-Zuhaili, al Fiqh al-Islam wa Adillatuhu, [Damsyiq: Dar al-Fikr, 1985], juz VIII, h. 162) membolehkan wakaf uang dinar dan dirham sebagai pengecualian, atas dasar Istihsan bi al-'Urfi, berdasarkan atsar Abdullah bin Mas'ud r.a: "Apa yang dipandang baik oleh kaum muslimin maka dalam pandangan Allah adalah baik, dan apa yang dipandang buruk oleh kaum muslimin maka dalam pandangan Allah pun buruk".

Ketiga, pendapat sebagian ulama mazhab al-Syafi'i: “Abu Tsyar meriwayatkan dari Imam al-Syafi'i tentang kebolehan wakaf dinar dan dirham (uang)”. (al-Mawardi, al-Hawi al-Kabir, tahqiq Dr. Mahmud Mathraji, [Beirut: Dar al-Fikr,1994[, juz IX,m h. 379).

Wakaf, yang katanya Sedekah dengan Cerdas, apa Dasar Hukumnya?

Wakaf Uang
Menurut Al-Quran

Secara umum tidak terdapat ayat al-Quran yang menerangkan konsep wakaf secara jelas.  Oleh karena wakaf termasuk infaq fi sabilillah, maka dasar yang digunakan para ulama dalam menerangkan konsep wakaf ini didasarkan pada keumuman ayat-ayat al-Quran yang menjelaskan tentang infaq fi sabilillah. Di antara ayat-ayat tersebut antara lain: 

“Hai orang-orang yang beriman! Nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usaha kamu yang baik-baik, dan sebagian dari apa yang Kami keluarkan dari bumi untuk kamu.” (Q.S. al-Baqarah (2): 267) 

“Kamu sekali-kali tidak sampai kepada kebajikan (yang sempurna) sebelum kamu menafkahkan sebagian dari apa yang kamu cintai.” (Q.S. Ali Imran (3): 92) 

“Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir. Pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi sesiapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (Q.S. al-Baqarah (2): 261)

Ayat-ayat tersebut di atas menjelaskan tentang anjuran untuk menginfakkan harta yang diperoleh untuk mendapatkan pahala dan kebaikan. Di samping itu, ayat 261 surat al-Baqarah telah menyebutkan pahala yang berlipat ganda yang akan diperoleh orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah.

Menurut Hadis

Di antara hadis yang menjadi dasar dan dalil wakaf adalah hadis yang menceritakan tentang kisah Umar bin al-Khaththab  ketika memperoleh tanah di Khaibar. Setelah ia meminta petunjuk Nabi tentang tanah tersebut, Nabi  menganjurkan untuk menahan asal tanah dan menyedekahkan hasilnya.

Hadis tentang hal ini secara lengkap adalah; “Umar memperoleh tanah di Khaibar, lalu dia bertanya kepada Nabi dengan berkata; Wahai Rasulullah, saya telah memperoleh tanah di Khaibar yang nilainya tinggi dan tidak pernah saya peroleh yang lebih tinggi nilainya dari padanya. Apa yang baginda perintahkan kepada saya untuk melakukannya? Sabda Rasulullah: “Kalau kamu mau, tahan sumbernya dan sedekahkan manfaat atau faedahnya.” Lalu Umar menyedekahkannya, ia tidak boleh dijual, diberikan, atau dijadikan wariskan. Umar menyedekahkan kepada fakir miskin, untuk keluarga, untuk memerdekakan budak, untuk orang yang berperang di jalan Allah, orang musafir dan para tamu. Bagaimanapun ia boleh digunakan dengan cara yang sesuai oleh pihak yang mengurusnya, seperti memakan atau memberi makan kawan tanpa menjadikannya sebagai sumber pendapatan.”

Hadis lain yang menjelaskan wakaf adalah hadis yang diceritakan oleh imam Muslim dari Abu Hurairah. Nas hadis tersebut adalah; “Apabila seorang manusia itu meninggal dunia, maka terputuslah amal perbuatannya kecuali dari tiga sumber, yaitu sedekah jariah (wakaf), ilmu pengetahuan yang bisa diambil manfaatnya,  dan anak soleh yang mendoakannya.”

Selain dasar dari al-Quran dan Hadis di atas, para ulama sepakat (ijma’) menerima wakaf sebagai satu amal jariah yang disyariatkan dalam Islam. Tidak ada orang yang dapat menafikan dan menolak amalan wakaf dalam Islam karena wakaf telah menjadi amalan yang senantiasa dijalankan dan diamalkan oleh para sahabat Nabi dan kaum Muslimim sejak masa awal Islam hingga sekarang.

Dalam konteks negara Indonesia, amalan wakaf sudah dilaksanakan oleh masyarakat Muslim Indonesia sejak sebelum merdeka. Oleh karena itu pihak pemerintah telah menetapkan Undang-undang khusus yang mengatur tentang perwakafan di Indonesia, yaitu Undang-undang nomor 41 tahun 2004 tentang Wakaf. Untuk melengkapi Undang-undang tersebut, pemerintah juga telah menetapkan Peraturan Pemerintah nomor 42 tahun 2006 tentang Pelaksanaan Undang-undang nomor 41 tahun 2004.

Ada Wakaf Tunai, ada Wakaf Uang, Apa Lagi itu?

Wakaf Uang Online
Wakaf uang (cash waqf/waqf al-nuqud) adalah wakaf yang dilakukan seseorang, kelompok orang, lembaga, atau badan hukum dalam bentuk uang. Dengan kata lain, wakaf uang merupakan perbuatan hukum Wakif untuk memisahkan dan/atau menyerahkan sebagian harta benda miliknya yang berupa uang untuk dimanfaatkan selamanya atau untuk jangka waktu tertentu, sesuai dengan kepentingannya guna keperluan ibadah dan/atau kesejahteraan umum menurut syariat.

Dalam sejarah, wakaf uang telah dipraktikkan sejak awal abad kedua Hijriah. Hal tersebut dilakukan berdasarkan pendapat beberapa ulama, di antaranya adalah pendapat Imam al-Zuhri (wafat 124 H) yang telah memfatwakan bahwa mewakafkan dinar hukumnya boleh, dengan cara menjadikan dinar tersebut sebagai modal usaha kemudian keuntungannya disalurkan pada mauquf 'alaih (Abu Su'ud: 1997).

Selain al-Zuhri, generasi awal ulama mazhab Hanafi juga telah membolehkan wakaf uang dinar dan dirham sebagai pengecualian atas dasar Istihsan bi al-'Urfi, berdasarkan atsar Abdullah bin Mas'ud ra: Apa yang dipandang baik oleh kaum Muslimin maka dalam pandangan Allah adalah baik, dan apa yang dipandang buruk oleh kaum Muslimin maka dalam pandangan Allah pun buruk. Dan, sebagian ulama mazhab al-Syafi'i juga ada yang memfatwakan tentang kebolehan wakaf dinar dan dirham/uang (al-Mawardi: 1994).

Berdasarkan pendapat ulama-ulama di atas pula, MUI pada tahun 2002 mengeluarkan fatwa tentang Wakaf Uang yang isinya; 1) Wakaf uang (cash wakaf/wagf al-nuqud) adalah wakaf yang dilakukan seseorang, kelompok orang, lembaga, atau badan hukum dalam bentuk uang tunai; 2) Termasuk ke dalam pengertian uang adalah surat-surat berharga; 3) Wakaf uang hukumnya jawaz (boleh); 4) Wakaf uang hanya boleh disalurkan dan digunakan untuk hal-hal yang dibolehkan secara syariat; 5) Nilai pokok wakaf uang harus dijamin kelestariannya, tidak boleh dijual, dihibahkan, dan atau diwariskan.

Pada dasarnya, yang dimaksud wakaf uang adalah dalam keadaan apa pun uang wakaf tidak boleh berubah, baik itu berubah menjadi bangunan ataupun tanah. Namun, dana wakaf uang tersebut dapat diinvestasikan dalam bentuk usaha. Artinya, nazhir tidak boleh memanfaatkan uang wakaf tersebut secara langsung, akan tetapi yang dimanfaatkan adalah hasil dari pengelolaan wakaf uang.

Adapun praktik wakaf uang yang benar itu dilakukan melalui Lembaga Keuangan Syariah Penerima Wakaf Uang (LKSPWU). UU No 41/2004 tentang Wakaf Pasal 28 menyebutkan bahwa wakif dapat mewakafkan benda bergerak berupa uang melalui lembaga keuangan syariah yang ditunjuk oleh menteri (agama). Setelah wakif menyerahkan wakaf uangnya kemudian LKS akan menerbitkan dan menyampaikan sertifikat wakaf uang kepada wakif dan nazhir sebagai bukti penyerahan harta benda wakaf (Pasal 29 ayat (3)).

Mengenai LKS yang ditunjuk oleh Menteri Agama, pada September 2008, menteri agama RI, melalui Keputusan Menteri (Kepmen) Agama RI No 92-96 Tahun 2008, telah menunjuk 5 (lima) Lembaga Keuangan Syariah (LKS) sebagai LKS Penerima Wakaf Uang (LKS-PWU). Kelima LKS tersebut, yaitu BNI Syariah, Bank Muamalat Indonesia, Bank DKI Syariah, Bank Mandiri Syariah, dan Bank Mega Syariah. Dengan ditunjuknya lima LKS-PWU itu, masyarakat sudah dapat melaksanakan praktik wakaf uang sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku.

Sedangkan mengenai pengelolaan wakaf uang, dalam Pasal 48 PP No 42/2006 tentang pelaksanaan UU No 41/2004 tentang Wakaf telah menjelaskan sebagai berikut: 
  1. Pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf harus berpedoman pada peraturan BWI; 
  2. Pengelolaan dan pengembangan atas harta benda wakaf uang hanya dapat dilakukan melalui investasi pada produk-produk LKS dan/atau instrumen keuangan syariah; 
  3. Dalam hal LKS-PWU menerima wakaf uang untuk jangka waktu tertentu, nazhir hanya dapat melakukan pengelolaan dan pengembangan harta benda wakaf uang pada LKS-PWU dimaksud; 
  4. Pengelolaan dan pengembangan atas harta benda wakaf uang yang dilakukan pada bank syariah harus mengikuti program lembaga penjamin simpanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan; dan 
  5. Pengelolaan dan pengembangan atas harta benda wakaf uang yang dilakukan dalam bentuk investasi di luar bank syariah harus diasuransikan pada asuransi syariah.


Sebenarnya, apa yang telah dilakukan oleh para nazhir dalam menghimpun wakaf uang yang kemudian digunakan untuk mendirikan bangunan atau tanah sebagai wakaf tidak salah, jika mereka tidak menggunakan istilah wakaf uang, akan tetapi yang lebih tepat menggunakan istilah wakaf bangunan atau tanah secara kolektif dengan cara penghimpunan uang. Dengan menggunakan istilah wakaf kolektif tersebut, nazhir tidak dituntut untuk menjaga pokok uang wakaf.

Minggu, 12 Juni 2016

Mengapa Harus Wakaf Uang, Apa Keunggulannya?

Wakaf Uang
Lazimnya, harta benda wakaf selalu dalam bentuk harta yang tidak dapat dipindahkan atau dalam istilah hukum disebut harta tidak bergerak, umumnya selalu dalam bentuk tanah dan bahkan tanah dipandang sebagai wakaf yang paling utama. Kelaziman harta benda wakaf seperti di atas mengakibatkan wakaf sebagai bentuk amal jariah memiliki tingkat produktivitas yang rendah. Sebab walaupun harta benda wakaf banyak, akan tetapi karena tidak memiliki hasil, ia tidak memberi manfaat yang berarti kepada umat Islam. Padahal harta benda wakaf yang dipergunakan adalah manfaat atau hasilnya. Oleh karena itu semestinya harta benda wakaf harus berpeluang untuk diinvestasikan, sehingga memperoleh manfaat atau hasil.

Sebenarnya dalam Islam, harta benda wakaf tidak hanya terbatas kepada tanah saja. Akan tetapi benda-benda lainnya yang bermanfaat atau menghasilkan. Sudah semenjak lama, yaitu masa pemerintahan Ustmaniyah dan juga di Mesir wakaf tunai sudah dikenal dan dimalkan (Mannan, 2001: 36). Bahkan dalam beberapa hal, wakaf tunai memiliki kedudukan utama/keunggulan dibandingkan dengan wakaf lainya, iaitu dalam hal fleksibelnya wakaf tunai. Fleksibelnya wakaf tunai  antara lain dikarenakan mudah untuk mengamalkannya, mudah untuk menginvestasikannya dan lebih produktif.

Mudah Mengamalkannya
Adanya wakaf tunai, akan dapat merubah adat kebiasaan masyarakat Islam dalam melaksanakan amalan ibadah wakaf. Selama ini selalu difahamkan bahwa kesempatan melaksanakan ibadah wakaf hanya dimiliki orang-orang tertentu saja (orang kaya saja). Kenapa demikian? Karena wakaf adalah tanah, sedangkan tanah memiliki nilai/harga yang relatif tinggi dan lazimnya dimiliki oleh orang kaya saja. Dengan adanya wakaf tunai, ibadah wakaf menjadi lebih mudah dan ringan untuk dilaksanakan. Dengan mudah dan ringannya dilaksanakan, diharapkan harta benda wakaf dapat menjadi jalan untuk melakukan pembangunan keagamaan, sosial dan pembangunan ekonomi. Selain itu, mayoritas masyarakat dapat ikut serta untuk mengamalkannya sesuai dengan kemampuan ekonomi masing-masing.

Dengan keunggulan ini, wakaf tunai dapat dijadikan sebagai sarana penggalian dana yang potensial, karena dengan wakaf tunai lingkup wakif (orang yang berwakaf) lebih luas, dan tentunya jumlah uang yang akan diwakafkan dan yang akan terkumpulpun akan lebih besar. Karena jumlah wakaf masing-masingnya dapat disesuaikan dengan taraf kehidupan dan kemampuan ekonomi orang yang berwakaf (Mustafa Edwin Nasution, 2004).

Besarnya potensi wakaf karena mudahnya untuk mengamalkan wakaf tunai ini dapat dibuat perkiraan dan perhitungan uang wakaf yang  berpeluang dikumpul. Misalnya jumlah muslim yang mau berwakaf dari sekitar 200 juta orang muslim di Indonesia sebesar 15 juta orang (sekitar 7,5% dari total umat Islam Indonesia), dengan asumsi yang berpenghasilan rata-rata Rp.1,5 juta hingga lebih besar dari Rp.15 juta perbulan. Masing-masing berwakaf sesuai dengan penghasilannya.

Asumsi tersebut dapat dibuat perhitungan

yang berpenghasilan Rp.1,5 juta sampai dengan Rp.3 juta rupiah sebanyak 5 juta orang,
masing-masing berwakaf Rp.5 ribu rupiah perbulan,
dalam satu bulan akan terhimpun uang sebesar Rp.15 milyar
dan dalam satu tahun sebesar Rp.180 milyar.

Kemudian 4 juta orang berpenghasilan antara Rp.3,1 juta sampai Rp.6 juta
masing-masing berwakaf Rp.10 ribu perbulan,
dalam satu bulan terkumpul sebesar Rp.40 milyar
dalam satu tahun terhimpun uang wakaf sebesar Rp.480 milyar.

Selanjutnya 3 juta orang berpenghasilan antara Rp.6,1 juta sampai dengan Rp.9 juta,
masing-masing berwakaf sebesar  Rp.50 ribu,
dalam satu bulan akan diperoleh uang wakaf sebesar Rp.150 milyar
satu tahun sebesar Rp.1,8 triliun.

2 juta orang pula berpenghasilan antara Rp.9,1 juta sampai dengan Rp.12 juta perbulan,
dalam satu bulan berwakaf sebesar Rp.100 ribu,
akan terhimpun dana wakaf sebesar Rp. 200 milyar,
dalam satu tahun akan terhimpun uang wakaf sebesar Rp.2,4 triliun.

Dan terakhir 1 juta orang berpenghasilan lebih besar dari Rp.12 juta perbulan
berwakaf sebesar Rp.200 ribu, setiap bulan
dalam satu bulan terhimpun dana wakaf sebesar Rp.200 milyar,
dalam satu tahun terhimpun dana wakaf sebesar Rp.2,4 triliun.

Dengan formuluasi perhitungan seperti di atas, akan terhimpun dana wakaf sebesar Rp.625.000.000.000,00 (enam ratus dua puluh lima milyar)  setiap bulan,
atau sebesar Rp.7.500.000.000.000,00 (tujuh triliun lima ratus milyar rupiah) setiap tahun.

Angka potensi wakaf tunai yang berpeluang untuk dihimpun akan lebih besar lagi apabila orang yang melaksanakan ibadah wakaf lebih banyak dan uang wakaf yang dibayarkan lebih besar. Dan akan lebih menggurita lagi apabila dimamalkan oleh umat Islam secara berkelanjutan.

Perhitungan sederhana di atas, memperlihakan besarnya potensi wakaf tunai yang dapat dikumpul. Tentu saja potensi ini tidak akan terwujud apabila usaha tidak dilakukan dengan manajemen dan sistem pengelolaan yang baik.

Mudah Menginvestasikannya
Adanya wakaf tunai dalam aktivitas perwakafan membuka kesempatan kepada umat Islam untuk melakukan investasi di bidang keagamaan, demikian pula di bidang pendidikan, kesehatan dan pelayananan sosial lainnya.

Adanya dana wakaf tunai akan memberi jalan keluar terhadap kesulitan permodalan. Apabila wakaf tunai dapat terwujud seperti perhitungan di atas, akan terhimpun dana abadi yang mestinya harus ada sampai akhir masa dan akan terus memberi manfaat kepada masyarakat maupun kepada orang yang berwakaf secara terus menerus. Manakala itu yang terjadi, dana wakaf yang terhimpun dari bulan ke bulan dan dari tahun ke tahun akan bertambah banyak, dana itu dapat dijadikan sebagai modal sosial yang bersifat abadi.

Apabila dana wakaf tunai sudah terkumpul, untuk memproduktifkannya diinvestasikan pada aktivitas usaha yang produktif. Investasi dana wakaf tunai ini dilakukan dalam berbagai bentuk investasi, baik yang bersifat jangka pendek, menengah dan jangka panjang. Investasi jangka pendek misalnya pada aktivitas usaha kecil seperti penjual makanan dan pedagang asongan. Investasi jangka menengah misalnya di bidang insdustri kerajinan dan peternakan. Sedangkan investasi jangka panjang dapat diinvestasikan di bidang industri besar, seperti membangun pabrik, membanagun hotel, membangun pertokoan dan membangun swalayan.

Adanya aktivitas usaha investasi seperti di atas, sekaligus akan membuka lapangan kerja baru kepada umat Islam. Pengangguran muslim yang jumlahnya semakin besar dari hari ke hari akan dapat berkurang, karena mereka memiliki peluang untuk memperoleh aktivitas usaha dan kesempatan untuk memiliki pekerjaan yang tetap. Dan oleh karena itu, investasi dana wakaf tunai selain akan mengurangi kemiskinan dan membuka lapangan kerja baru, juga akan dapat mengejar ketertinggalan umat Islam di bidang ekonomi, sosial, budaya dan pendidikan.

Lebih Produktif
Dalam fiqh wakaf dikemukakan bahwa harta wakaf yang dimanfaatkan adalah hasilnya, sedangkan benda wakaf tidak boleh berkurang. Oleh karena itu, harta benda wakaf mesti produktif. Diantara harta benda wakaf yang ada yang lebih mudah dan lebih cepat untuk menghasilkan ialah wakaf tunai, kerana setelah dana wakaf dihimpun, pada saat itu pula dapat diinvestasikan baik secara langsung maupun secara tidak langsung.

Apabila diinvestasikan secara langsung, dana wakaf yang dihimpun dapat digunakan untuk aktivitas ekonomi, seperti membangun perumahan, membangun apartemen, membangun hotel, membangun pertokoan bahkan membangun rumah sakit Islam  yang semuanya dikelola dengan majemen yang Islami. Apabila jumlah dana wakaf belum cukup untuk diinvestasikan secara langsung, dana wakaf dapat diinvestasikan secara tidak langsung. Misalnya di diinvestasikan di Bank Muamalah, Bank Mandiri Syariah, Bank Rakyat Indonesia Syariah, atau bank syariah lainnya dengan cara deposito. Atau dapat juga dilakukan dengan penyertaan modal di perusahaan-perusahaan yang dikelola secara syariah, seperti di perusahaan Asuransi Syariah atau perusahaan-perusahaan lainnya yang dikelola secara syariah.

Dengan cara investasi seperti di atas akan diperoleh hasil investasi setiap bulan, dan hasil investasi yan diperoleh dapat langsung digunakan sesuai tujuan perwakafan yang dikehendaki oleh orang yang berwakaf. Misalnya untuk beasiswa, bantuan permodalan, pelatihan-pelatihan kerja/usaha, bantuan fakir miskin dan lain-lain.

Penutup
Dari uraian di atas diambil kesimpulan bahwa wakaf uang memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan harta benda wakaf lainnya, yaitu lebih mudah mengamalkannya, lebih mudah menginvestasikannya dan lebih mudah untuk produktif. Apakah keunggulan ini akan dapat dimanfaatkan? Jawabnya tentu terpulang kepada umat Islam.---

Ditulis oleh Suhrawardi K Lubis
Penulis adalah Dosen dan Mahasiswa Fakultas Hukum UMSU Medan

Ingin berkonsultasi? Silahkan kirimkan pesan Anda

Nama

Email *

Pesan *