ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image

Membangun Keluarga Utama

Perubahan mindset BMT akibat perubahan jati diri dari lembga keuangan menjadi lembaga dakwah dibidang keuangan, bersama para anggota KSPPS Mitra Anda Sejahtera

ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image

Ringankan Beban dan Jadi Paling bermanfaat

Program Wakaf Ambulance senilai Rp. 180 Juta Kami luncurkan, GRATIS untuk Dhuafa dan Infaq bagi yang mampu, serta mendukung dakwah Islam dan tanggap bencana

ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image

Bantu Anak Indonesia Berprestasi

Masing-masing anak memiliki potensi dan kecerdasannya sendiri sendiri. Mereka bisa menjadi berprestasi sesuai dengan cita-cita dan potensi mereka dengan dukungan dari orang-orang terdekat, lingkungan dan kegiatan kegiatan yang membangun pribadi mereka

ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image

Wakaf Produktif hasilnya untuk ummat

Wakaf uang, salah satu wakaf produktif yang sangat flexible penggunaannya, bermanfaat sebelum akhirnya hasilnya disedekahkan

ImagiLIVE -  Hebergement Gratuit d'image

Dunia Islam tersiksa, Kemanusiaan menangis

Disiksa, diusir, dibom, dibunuh, dari anak-anak sampai orang dewasanya. Hanya karena mereka beragama Islam...

Wakaf Uang Terhimpun

Total Wakaf Uang Terhimpun Sampai Bulan Desember 2017 Rp. 30.041.963,-

Senin, 19 Desember 2016

Gallery, Penyaluran Beasiswa Pendidikan, Keluarahan Bendan Ngisor, Semarang



Baitul Maal ANDA melalui program Beasiswa Prestasi kembali meluncurkan beasiswa di tahun 2016 ini untuk pelajar SD, SMP, SMA/K yatim dan atau dhuafa di wilayah Semarang. Penyerahan beasiswa dengan total penerima manfaat sejumlah 19 pelajar. Adapun besaran nominal beasiswa disesuaikan dengan jenjang pendidikan para penerima manfaat.
Sabtu (26/11) penyerahan beasiswa dilakukan di Balai RW III Keluarahan Bendan Ngisor kepada 6 penerima beasiswa. Sebelumnya penyaluran beasiswa juga dilaksanakan di Rumah Keluarga Indonesia Kecamacatan Candisari pada Sabtu (14/5) kepada 13 penerima beasiswa. Dalam seremonial penyerahan beasiswa hadir Bapak Andi Rahmanto, selaku ketua RW III Kelurahan Bendan Ngisor. Dalam sambutannya dia mengatakan beasiswa Baitul Maal ANDA ini adalah wujud nyata kepedulian KSPPS Mitra Anda Sejahtera kepada lingkungan di sekitarnya terutama di bidang pendidikan.
Kepala Divisi Baitul Maal, Mahatma Yusuf, menuturkan bahwa target program Beasiswa Prestasi Baitul Maal ANDA ini adalah untuk seluruh pelajar di kota Semarang. Tujuannya untuk memberdayakan, mengembangkan, menshalihkan para penerima manfaat yaitu para pelajar yatim dan dhuafa melalui pendidikan.

Senin, 21 November 2016

Dasar Masalah, Respons Internasional, Diamnya Suu Kyi, Cara Menyikapi Rohingya


BERAKHIRNYA musim angin Muson di sekitar Laut Andaman menandakan dimulainya gelombang laut yang lebih tenang. Ini diprediksi berpotensi meningkatkan jumlah pengungsi Rohingya yang eksodus dari tanah kelahiran.

Mereka menggunakan perahu-perahu nelayan untuk hengkang lantaran kekejaman yang dilakukan oleh pemerintah Myanmar beserta kelompok teroris lokal. Tentu kita masih ingat, tahun lalu, ribuan—diperkirakan jumlahnya lebih dari 8.000 jiwa—pengungsi Rohingya terdampar di perairan Thailand, Malaysia, dan Indonesia.

Ketiga negara ini sempat menolak serta membiarkan mereka terombang-ambing dan “terpenjara” di lautan. Akhirnya, Indonesia dan Malaysia menerima mereka.

Itu pun setelah dunia internasional mendesak negara-negara ini agar memberikan perlindungan sementara untuk para pengungsi. Ini merupakan krisis pengungsi terburuk setelah Perang Vietnam dan juga disebut sebagai momen paling memalukan bagi negara-negara Asia Tenggara.

Dasar masalah

Permasalahan paling utama adalah krisis rasial yang dialami oleh etnis Rohingya akibat dicabutnya kewarganegaraan mereka pada 1982 oleh junta militer. Junta militer Myanmar hanya mengakui 135 etnis dan tidak mengakui Rohingya sebagai bagian dari warga negara, bahkan menuduh etnis ini sebagai imigran gelap dari Bangladesh.

Semenjak itu, hak-hak dasar etnis Rohingya tercerabut dan kehidupan mereka termarjinalkan. Kondisi ini berlangsung selama tiga dekade, hingga mulai mendapatkan perhatian dunia setelah kerusuhan yang terjadi pada 2012.

Saat itu, kelompok-kelompok teror Buddhist menyerang desa-desa Rohingya dan menyebabkan sedikitnya 200 orang tewas. Belakangan, pimpinan salah satu kelompok teror ini, biksu Ashin Wirathu, menyamakan dirinya sendiri dengan Donald Trump.

Wirathu, seperti kita tahu, juga pernah menjadi cover majalah TIMES edisi Juli 2013 dengan headline “The Face of Buddhist Terror”. Selama kebijakan apartheid ini diberlakukan, akar permasalahan di Arakan tidak akan pernah selesai.

Respons internasional

Lalu, bagaimana respons komunitas internasional terhadap krisis ini? Mungkin sebagian dari kita bertanya kritis di mana peran ASEAN dalam mengatasi krisis kemanusiaan di regional mereka? ASEAN yang berdiri atas tiga pilar utama ini—ekonomi, sosial, dan politik—seolah diam seribu bahasa.

Ini tidak lepas dari prinsip kardinal yang diyakini oleh negara-negara Asean sebagai “The ASEAN Way”: nonintervensi. Kebijakan yang berarti suatu negara tidak boleh mengintervensi urusan dalam negeri negara lain dan menghormati kedaulatan mereka.

Kebijakan ini yang akhirnya menempatkan negara lain tidak bisa melakukan apa-apa, bahkan sekadar untuk bersuara. Namun, memang justru karena kebijakan inilah regional di Asia Tenggara relatif aman dan jauh dari konflik besar antarnegara semenjak berdiri 1967.

Jamak konflik yang terjadi di ASEAN justru dimediasi oleh organisasi non-ASEAN. Di sinilah letak ambiguitas prinsip nonintervensi dalam kasus krisis kemanusiaan di Myanmar; apakah ASEAN harus turun tangan atau membiarkan pemerintah Myanmar menyelesaikannya sendiri? Atau mengundang organisasi non-ASEAN untuk menjadi mediator?

Diamnya Suu Kyi

Memasuki bulan kedelapan setelah National League for Democracy (NLD) memenangi pemilu demokratis di Myanmar pada November 2015, pemerintahan Aung San Suu Kyi pun mendapatkan banyak kritikan. Kemampuannya dalam membawa hak keadilan bagi etnis minoritas dipertanyakan.

Bahkan, banyak yang menuntut titel pemenang Nobel miliknya agar dicabut. Tentu desakan itu bukan tanpa alasan.

Karena selama ini Suu Kyi dianggap sebagai “juru selamat” yang menjadi ikon kebebasan dan demokrasi. Suu Kyi dan mayoritas politikus di Myanmar tidak ada yang menolak narasi Islamofobia yang dimunculkan oleh kelompok radikal seperti Biksu Wirathu.

Ada tiga alasan mengapa keinginan Suu Kyi untuk memperbaiki kondisi Rohingya dipertanyakan. Pertama, Suu Kyi tidak mengakui terminologi “Rohingya”. Kedua, komentar dia ketika diwawancarai oleh presenter BBC, Mishal Husein, “No-one told me I was going to be interviewed by a Muslim,” menunjukkan pandangan partisan yang dikecam banyak pihak.

Ketiga, sikap diam Suu Kyi terhadap isu Rohingya. Terakhir ia menolak militer Myanmar disebut melakukan kekerasan terhadap Rohingya pada Oktober 2016. Meski demikian, Suu Kyi telah membentuk komisi khusus yang akan memberikan rekomendasi terkait isu ini maksimum hingga 2017.

Cara menyikapi 

Menyikapi krisis kemanusiaan yang terjadi di Myanmar, apakah ada yang bisa kita lakukan? Setidaknya atas nama kemanusiaan dan mencegah hal-hal yang lebih buruk lagi terjadi di dunia ini. Menurut saya, ada empat hal yang bisa kita lakukan.

Pertama, sebagai bagian dari masyarakat global kita wajib mendesak organisasi internasional seperti PBB, ASEAN, Uni Eropa, IOM (International Organization for Migration), dan sebagainya untuk aktif memberikan jaminan keadilan dan keamanan bagi etnis minoritas. Jika ASEAN, dengan prinsip nonintervensinya, menjadikan negara-negara anggota di dalamnya mandul bersuara dalam penyelesaian konflik regional, tidak ada pilihan lain selain memaksa organisasi di luar ASEAN yang lebih berpengaruh untuk menekan pemerintah Myanmar.

Sebagai contoh, banyak NGO internasional menekan PBB agar mengimplementasikan resolusi No. 70/233 terkait situasi krisis kemanusiaan di Myanmar yang sampai saat ini tidak ada realisasi yang berarti. Sebab memang perlu dukungan komunitas masyarakat global agar PBB menghasilkan resolusi yang memaksa pemerintah Myanmar mematuhi resolusi tersebut.

Negara-negara atau badan internasional juga bisa menggunakan prinsip Responsibility to Protect (R2P atau RtoP) terhadap etnis minoritas yang terancam genosida. R2P merupakan sistem baru yang diadopsi oleh PBB semenjak 2005 untuk mencegah genosida, kejahatan perang, pembersihan etnis, dan kejahatan terhadap kemanusian. Di sini, peran komunitas internasional sangatlah dibutuhkan.

Kedua, mendesak pemerintahan Suu Kyi untuk segera mengambil tindakan nyata atas nama demokrasi dan kemanusiaan. Tidak dapat dimungkiri kemenangan Suu Kyi dan partainya NLD membawa harapan baru bagi etnis Rohingya. Namun, hampir setahun pemerintahannya berkuasa, belum ada kebijakan yang signifikan untuk meredam konflik di Arakan.

Ketiga, membantu melalui NGO lokal yang mengirimkan bantuan ke para pengungsi Rohingya. Sebenarnya, bantuan yang mengalir ke Rohingya hanya bersifat sementara yang sama sekali tidak menyentuh akar persoalan.

Tapi memang bantuan itu tetap dibutuhkan mengingat lebih dari 120 ribu orang etnis Rohingya mengungsi dan terkadang juga diblokade oleh pemerintah Myanmar. Susahnya bantuan untuk masuk ke wilayah Rakhine dirasakan oleh NGO lokal di Indonesia.

Keempat, aktif melakukan kampanye kemanusiaan agar krisis ini menjadi perhatian dunia internasional. Tidak hanya bersimpati saat ada kejadian kekerasan, namun dalam bentuk kampanye yang kontinu.

Tentu kita tidak ingin menjadi orang yang peduli musiman: bersimpati hanya kala ada berita bencana. Juga, jangan sampai kita menyebarkan berita-berita hoax yang memperunyam masalah.

DONASI SEKARANG

Apa yang bisa Lakukan untuk saudara kita di Rohingya?



Assalamu'alaikum sahabat

PBB menobatkan Rohingya sebagai etnis paling teraniaya di dunia. Namun, dunia internasional bahkan tidak mengetahui keberadaan mereka. Dunia seakan menutup mata dengan krisis kemanusiaan yang dialami etnis Rohingya ini. Jiwa-jiwa tak bersalah dibantai bahkan dibakar hidup-hidup, rumah ibadah dihancurkan bahkan tanah-tanah milik masyarakat Rohingya dirampas secara paksa. Dalam sebulan terakhir saja, lebih dari 30 orang meninggal tertembus peluru rezim Myanmar. Sebanyak 430 rumah warga juga ikut dibumi hanguskan.

Merespon kejadian ini, Baitul Maal Anda mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bergerak membantu masyarakat Rohingya. Duka Rohingya adalah duka kita bersama.
Mari Wujudkan kepedulian kita!

Transfer donasi Anda ke
Mandiri Syariah 7074631414
a.n Mahatma Yusuf qq Baitul Maal Anda

*Tambahkan angka (455 ) di akhir nominal, contoh Rp 250.455,-
Konfirmasi donasi : 08122849570 (SMS/WA)

Senin, 24 Oktober 2016

Dakwah Islam

MANAJEMEN PELATIHAN MASJID

Program pelatihan manajemen masjid materi pelatihan disampaikan oleh ustadz (guru agama) bergabung Korps da'i (pengkhotbah) Baitul Maal ANDA dengan kafa'ah yang berbeda (kesetaraan). materi yang disampaikan meliputi: fungsi urgensi & masjid, Program masjid, urgensi & fungsi manajemen masjid, manajer masjid, norma di masjid, masjid remaja, kemakmuran masjid, penerapan kemakmuran masjid dan manajemen administrasi & masjid sekretariat.

Paket Berkah Guru Ngaji



Dukung Madrasah Agama


Tanggap Darurat

Program Tanggap Darurat

Bekerja sama dengan Jaringan Perhimpunan BMT Indonesia Divisi Baitul Maal, memfasilitasi donatur menyampaikan donasi ke pelosok Indonesia hanya lewat kantor kami yang terdekat

Pendidikan

Beasiswa Prestasi

Program ini bertujuan untuk meningkatkan jumlah siswa di sekolah-sekolah, terutama siswa dengan kinerja yang baik. Program Beasiswa Prestasi terdiri dari dana pendidikan dan bimbingan bagi siswa. Program ini juga membentuk siswa untuk memiliki karakter tinggi seperti jujur, bertanggung jawab, peduli, disiplin, percaya diri dan berani.

Beasiswa Untuk Mahasiswa PT

Program untuk memberikan beasiswa, bimbingan dan pelatihan siswa untuk mahasiswa dari keluarga malang. Program ini bertujuan untuk menciptakan sumber daya manusia yang tinggi dalam sikap, intelektualitas dan kecerdasan sosial yang mereka dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia lainnya dengan memainkan peran dalam masyarakat. Peserta program ini akan mengambil bagian dalam mentoring, pelatihan soft skill, angka kunjungan dan implementasi pengetahuan melalui kegiatan sosial untuk meningkatkan kompetensi mereka dan mendapatkan pembangunan di tersebut tiga unsur.


Pelatihan Guru 

Pelatihan Guru merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas guru di Indonesia. Guru sebagai ujung tombak proses pendidikan menjadi elemen prioritas yang perlu perbaikan kualitas. Kurikulum dan alat-alat pendukung lainnya tidak akan berbicara banyak jika kualitas guru tidak meningkatkan.

Pemberdayaan Ekonomi


Warung Berkah

Kegiatan ini dilakukan dengan memberikan bantuan modal kepada penerima manfaat yang memiliki bisnis untuk meningkatkan bisnis mereka, maupun mereka yang belum memiliki usaha sekalipun Selain itu, penerima manfaat juga dilengkapi dengan bantuan untuk mengembangkan bisnis mereka. semisal pelatihan usaha dan pengelolaan keuangan

Tim Program Pemberdayaan Ekonomi melakukan survei untuk mendapatkan data sebelum mereka menerima bantuan modal untuk bisnis. Bantuan yang diberikan bukan dalam bentuk uang melainkan dibelikan barang/jasa yang mereka butuhkan, sehingga memperkecil penyimpangan penggunaan dana


Kelompok Usaha Bersama
Sekelompok orang bersatu untuk menjalankan usaha di bidang sosial dan ekonomi berdasarkan prinsip-prinsip demokrasi, partisipasi, transparansi dan keadilan untuk meningkatkan kualitas hidup.

Tujuan dari Kelompok Usaha Bersama adalah meningkatkan pendapatan mustahik yang memiliki usaha produktif dengan mengikat mereka dalam sebuah kelompok dengan bantuan intensif.


Pusat Pelatihan Bisnis/Usaha

  • Dana bantuan disalurkan melalui pelatihan kewirausahaan
  • Meningkatkan pengetahuan tentang manfaat kewirausahaan
  • Memotivasi penerima manfaat untuk menjalankan bisnis berdasarkan potensi dan peluang yang ada
  • Pengembangan sumber daya manusia yang dapat menciptakan kesempatan kerja baik untuk diri mereka sendiri dan lainnya untuk meningkatkan kualitas hidup
  • Kompetensi meningkat dari penerima manfaat di kewirausahaan
  • Menanamkan etos kemerdekaan pada peserta pelatihan ini

Jenis pelatihan:

- Komputer
Desain grafis
Teknik komputer
Jaringan
Desain web

- Bahasa asing
Arab
Inggris

- Mengemudi Mobil
Memahami rambu lalu lintas
Terampil dalam mengemudi
Mendapatkan SIM A

- Seminar / Lokakarya
Motivasi
Pemasaran
Inovasi produk
Rencana bisnis

Bahayanya Mengatakan Saya Tidak Punya Uang ketika Diminta Bersedekah



Sahabat, pernahkah bertemu dengan seseorang yang memiliki uang seratus juta Rupiah tunai di rumahnya, namun ketika ada kerabatnya yang kesulitan dan meminta bantuannya sekadar seratus ribu saja untuk makan, ia malah berkata, “Saya tidak punya uang.”

Mungkin memang ia memiliki standar hidup yang tinggi untuk dirinya dan keluarganya sendiri, mungkin seratus juta Rupiah tersebut merupakan uang cadangan yang tidak boleh diutak-atiknya, mungkin pula ia takut kerabatnya akan terus-menerus datang meminta-minta bantuannya, apapun itu… Sungguh berbahaya mengatakan “Saya tidak punya uang,” saat ada yang meminta bantuan.
Pasalnya yang dinamakan sedekah bukan hanya memberi uang saja, bahkan sekadar memberi makan kerabat dengan hidangan yang ada di rumah kita pun bisa dianggap sedekah.

Selain itu, memberi kerabat sendiri pinjaman uang dengan perjanjian harus dikembalikan pada tanggal sekian pun bisa terhitung sedekah, bahkan nilai pahalanya jauh lebih besar daripada bersedekah biasa. Dan lagi tidak akan mengurangi harta kita karena statusnya bukan diberi melainkan dipinjamkan.

Dalam salah satu hadits, dikisahkan Rasulullah melihat tulisan di pintu surga pada peristiwa Isra’ Mi’raj.
“Sedekah berpahala sepuluh kalinya, sedangkan pinjaman berpahala delapan belas kalinya.”
Karena penasaran, beliau bertanya kepada Malaikat Jibril, “Wahai Jibril, mengapa pinjaman lebih utama daripada sedekah?”
Lalu Malaikat Jibril menjawab, “Karena seorang peminta-minta, (terkadang) ia masih memiliki (harta), sedangkan orang yang meminta pinjaman, ia tidak akan meminta pinjaman kecuali karena kebutuhan.” (HR. Ibnu Majah dan Baihaqi)
Jelas bahwa ada banyak hal yang bisa kita sedekahkan selain dalam bentuk pemberian uang. Menolak bersedekah dengan dalih “Saya tidak punya uang” padahal sebenarnya punya, tapi ditahan untuk keperluan diri sendiri sungguh membahayakan, alasannya antara lain

1. Mendapat doa dari Malaikat setiap pagi untuk memusnahkan harta orang yang menolak bersedekah
Sepanjang orang tersebut masih menahan hartanya dan enggan membantu kerabatnya yang meminta bantuan, maka selama itulah malaikat setiap pagi mendoakan hartanya agar dimusnahkan oleh Allah.
“Tidaklah seorang hamba memasuki waktu pagi pada setiap harinya, kecuali ada dua malaikat yg turun. Salah satunya memohon: ‘Ya Allah, berikanlah ganti bagi dermawan yg menyedekahkan hartanya.’ Dan satu lagi memohon: ‘Ya Allah, musnahkanlah harta si bakhil.'” (HR. Muslim no. 1678)
2. Memutus kekerabatan
Rasulullah telah mengisyaratkan bahwa penyakit kikir sudah pasti akan melahirkan kezaliman serta mampu memutus hubungan kekerabatan.
Orang yang kikir tentu enggan mengeluarkan hartanya untuk membantu kerabatnya sendiri, sehingga cepat atau lambat kerabatnya pun akan menjauhinya disebabkan kebakhilannya.
“Jauhilah oleh kalian sifat kikir, karena sifat itulah yang membinasakan orang-orang sebelum kalian. Sifat kikir menyuruh mereka berlaku zhalim, maka merekapun berlaku zhalim. Kikir menyuruh mereka memutus kekerabatan, merekapun memutusnya.” (HR Abu Dawud)

3. Mendapat kebencian Allah
Salah satu golongan yang Allah benci adalah orang yang kikir, yang tidak bersedia membantu orang lain karena merasa hanya merugikan dirinya saja.
Rasulullah Shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Tiga golongan yang dibenci Allah: Orang tua yang berzina, orang bakhil dan orang yang sombong.” (HR. Ibnu Hibban, sanadnya Jayyid)

Ini adalah bahaya kikir yang penting diwaspadai, yakni lahirnya sifat munafik!
“Maka setelah Allah memberikan sebagian dari karunia-Nya, mereka kikir dengan karunia itu, dan berpaling dan memanglah orang-orang yang selalu membelakangi (kebenaran), maka Allah menimbulkan kemunafikan pada hati mereka sampai mereka menemui Allah.” (QS. At-Taubah 76-77)
Sahabat, mari kita biasakan diri untuk tidak menolak ajakan bersedekah, sekecil apapun itu, bagaimana pun sedekah merupakan amalan paling luar biasa yang bisa dilakukan bahkan tanpa mengeluarkan uang. Semangat bersedekah hari ini! 

Optimalisasi Potensi Wakaf Uang Dalam Pembangunan Sumber Daya dan Kesejahteraan Rakyat Kecil




Kemiskinan dan kesenjangan sosial merupakan salah satu masalah rumit yang dihadapi Indonesia. Jumlah penduduk miskin mengalami peningkatan sebesar 0,86 juta orang, yakni 27,73 juta orang pada bulan September 2014 menjadi 28,59 juta orang pada bulan Maret 2015 (BPS, 2015). Selain itu, tingkat kemiskinan di pedesaan lebih tinggi dari pada perkotaan memperlihatkan ketimpangan pendapatan. 

Penduduk miskin di pedesaan meningkat dari 13,76 % pada September 2014 menjadi 14,21 % pada Maret 2015. Sedangkan peningkatan di perkotaan pada September 2014 sebesar 8,16 %, meningkat menjadi 8,29 % pada Maret 2015. Berdasarkan data dari Bank Dunia, Koefisien Gini Indonesia terus meningkat dari 30 poin pada tahun 2000 menjadi 41 pada tahun 2014, yang merupakan rekor tertinggi. Bahkan, tingkat ketimpangan Indonesia melaju paling cepat di antara negara-negara tetangganya di Asia Timur. Padahal, beberapa negara jiran, seperti Malaysia, Filipina, dan Thailand mencatatkan penurunan angka Koefisien Gini.

Melebarnya ketimpangan kesejahteraan tercermin juga dari terpusatnya akumulasi kekayaan pada minoritas penduduk Indonesia. Mengacu data Credit Suisse, Bank Dunia mencatat kelompok 10 persen orang kaya menguasai sekitar 77 persen dari seluruh kekayaan aset dan keuangan di negara ini. Kalau dipersempit lagi, 1 persen orang terkaya di Indonesia menghimpun separuh total aset negara ini.

Rasio tersebut setara dengan Thailand, yang menempati posisi kedua dari 38 negara yang didata Credit Suisse. Peringkat pertama adalah Rusia, di mana 1 persen orang terkayanya menguasai 66,2 persen dari total aset negara tersebut.

Berdasarkan survei Bank Dunia, 47 persen responden menganggap isu ketimpangan kesejahteraan ini sangat penting untuk ditangani pemerintah dan 41 persen menganggap cukup penting. “Berdasarkan survei nasional, ketika diminta memilih antara mendorong pertumbuhan ekonomi atau ketimpangan, lebih 50 persen memilih mengurangi ketimpangan.

Melebarnya jurang ketimpangan kesejahteraan juga dapat menimbulkan perlambatan pertumbuhan ekonomi dan peningkatan risiko konflik sosial. Berdasarkan riset, saat total pendapatan kelompok 20 persen orang kaya naik 5 persen, pertumbuhan ekonomi malah melambat 0,4 persen. Sebaliknya, ketika pendapatan kelompok 20 persen orang miskin naik 5 persen maka ekonomi tumbuh 1,9 persen.
Sedangkan negara dengan tingkat ketimpangan kesejahteraan yang tinggi berpotensi mengalami konflik 1,6 kali lebih besar. Sebab, adanya perbedaan pendapatan dan pelayanan antara satu daerah dengan daerah lain. Dalam jangka panjang, kondisi tersebut juga akan menggerus perekonomian.

Dalam menghadapi masalah ini, Negara sangat berperan strategis dalam upaya mengentaskan kemiskinan. Namun walaupun demikian bukan berarti seluruh lapisan masyarakat bahkan hukum dan aturan agama tidak bisa ikut andil dalam upaya mengentaskan kemiskinan dan ketimpangan yang terjadi. Wakaf yang disyariatkan dalam agama Islam mempunyai dua dimensi sekaligus, ialah dimensi religi dan dimensi sosial ekonomi. Dimensi religi karena wakaf merupakan anjuran agama Allah yang perlu dipraktikkan dalam kehidupan masyarakat muslim, sehingga mereka yang memberi wakaf (waqif) mendapat pahala dari Allah SWT karena menaati perintahnya. Dimensi sosial ekonomi karena syariat wakaf mengandung unsur ekonomi dan sosial, di mana kegiatan wakaf melalui uluran tangan sang dermawan telah membantu sesamanya untuk saling tenggang rasa. Dalam perjalanan sejarah wakaf tidak hanya terbatas kepada kesejahteraan sosial untuk masyarakat dan keluarga, tetapi lebih dari itu peran wakaf yang monumental adalah melahirkan banyak yayasan ilmiah yang independen. Di antaranya menyelenggarakan forum ilmiah internasional, beasiswa, menyantuni kaum intelektual untuk selalu berkarya dan mendirikan lembaga-lembaga Islam yang independen. Bahkan Didin Hafidhuddin mengatakan bahwa optimalisasi wakaf bisa lebih luas dibanding zakat karena tak ada kualifikasi mustahiq (8 ashnaf penerima zakat) .

Wakaf merupakan instrumen ekonomi Islam yang sudah ada semenjak awal kedatangan Islam. Sepanjang sejarah Islam, wakaf telah menunjukkan peran penting dalam mengembangkan kegiatan-kegiatan sosial, ekonomi dan kebudayaan. Selain itu, keberadaan wakaf telah banyak memfasilitasi para sarjana muslim untuk melakukan riset dan pendidikan, sehingga dapat mengurangi ketergantungan pendanaan kepada pemerintah. Wakaf terbukti telah menjadi instrumen jaminan sosial dalam rangka membantu kaum yang lemah untuk memenuhi hajat hidup, baik berupa kesehatan, biaya hari tua, kesejahteraan hidup, dan pendidikan.  Wakaf uang lebih fleksibel dan menjadi pendorong terhadap wakaf benda tidak bergerak agar lebih produktif. Indonesia memiliki aset wakaf tanah yang luas yang dapat dikembangkan melalui wakaf uang

Menurut data yang dihimpun Departemen Agama RI, jumlah tanah wakaf di Indonesia mencapai 2.686.536.656, 68 meter persegi atau 268.653,67 hektar yang tersebar di 366.595 lokasi di seluruh Indonesia. Dilihat dari sumber daya alam atau tanahnya (resources capital) jumlah harta wakaf di Indonesia merupakan jumlah harta wakaf terbesar di seluruh dunia. Ini merupakan tantangan bagi umat Islam Indonesia untuk memfungsikan harta wakaf secara maksimal sehingga tanah-tanah tersebut mampu menyejahterakan umat Islam di Indonesia. Sayangnya, potensi itu masih belum dimanfaatkan secara optimal, karena berbagai faktor.

Berdasarkan Undang – Undang No. 41 Tahun 2004 tentang Wakaf pasal 16 bahwa objek wakaf tak hanya terbatas pada benda tak bergerak, namun harta bergerak seperti uang, logam mulia, surat berharga, kendaraan dan lain – lain.

Indonesia dengan jumlah penduduk muslim terbesar di dunia menjadikannya sebagai Negara yang memiliki potensi wakaf yang sangat tinggi. Wakaf uang/wakaf tunai Bila diasumsikan 50 juta penduduk muslim Indonesia mau berwakaf Rp100 ribu per bulan, maka wakaf uang yang bisa dikumpulkan per tahun mencapai Rp 60 triliun per tahun.

Wakaf uang adalah wakaf berupa uang tunai yang diinvestasikan ke dalam sektor-sektor ekonomi yang menguntungkan dengan ketentuan prosentase tertentu yang digunakan untuk pelayanan sosial (Abubakar, 2006: 78).

Berdasarkan UU No. 41 Tahun 2004 tentang Wakaf bahwa wakaf uang secara lebih khusus dalam konteks regulasi di Indonesia adalah wakaf berupa harta benda bergerak uang dengan mata uang rupiah melalui lembaga keuangan syariah yang ditunjuk pemerintah yang mengeluarkan sertifikat Wakaf Uang .

Wakaf uang mulai ada pada abad 15 M pada masa kekuasaan Turki Utsmani. Pada masa ini  aset atau uang tunai yang berasal dari wakaf dikumpulkan dalam pooling fund kemudian oleh nazhir yang ditunjuk oleh pemerintah disalurkan ke sektor bisnis dalam bentuk pinjaman di mana biasanya setelah satu tahun si peminjam tersebut mengembalikan pinjaman pokok plus extra return. Kemudian extra return yang telah diperoleh dan telah terakumulasi digunakan untuk membiayai kebutuhan sosial (Wajdy, 2007:  84).

Wakaf Uang di era modern ini diperkenalkan pertama kali oleh Prof MA Mannan dengan mendirikan suatu badan yang bernama SIBL (Sosial Investment Bank Limited) di Bangladesh. SIBL memperkenalkan produk sertifikat Wakaf Tunai (Cash Waqf Certificate) yang pertama kali dalam sejarah perbankan. SIBL menggalang dana dari orang kaya untuk dikelola dan keuntungan pengelolaan disalurkan kepada rakyat miskin (Djunaidi, 2007: 12).

Pengelolaan wakaf uang di Indonesia masih jauh dari kata maksimal, berdasarkan data Badan Wakaf Indonesia (BWI) bahwa aset wakaf uang yang sudah terkumpul di Indonesia per Desember 2013 baru mencapai Rp 145,8 M, sedangkan potensi wakaf uang sebesar Rp 60 triliun per tahunya. Potensi ini diasumsikan 50 juta warga negara  bersedia mewakafkan uangnya sebesar Rp 100 ribu per bulan
Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan wakaf di Indonesia belum berperan dalam memberdayakan ekonomi umat, di antaranya:

Pemahaman masyarakat tentang hukum dan benda yang diwakafkan. Masyarakat masih berasumsi benda yang diwakafkan harus dalam bentuk benda tak bergerak, seperti tanah yang peruntukkannya untuk ibadah mahdhah dan lain sebagainya. Sedangkan uang apalagi dalam pecahan kecil, sebagian masyarakat menganggap tak bisa dikelompokkan sebagai wakaf. Pemahaman yang berkembang dalam masyarakat ini dipengaruhi oleh pemikiran madzhab Syafi’i. Tentunya referensi tentang produk fiqih ini tidak diimbangi dengan pembanding fiqih lain yang sangat dimungkinkan dalam pengembangan wakaf. Hal inilah yang menyebabkan pandangan masyarakat tentang wakaf sangat terbatas, masih bersifat konvensional dan belum mengarah ke arah yang produktif . Padahal apabila kita amati tentang wakaf uang yang potensial, ia bisa menjadi salah satu Instrumen keuangan Syariah untuk pembangunan Ekonomi di Indonesia.

Masalah sosialisasi, salah satu madzhab yang populer di Indonesia adalah Madzhab Syafi’i. Di mana Madzhab Syafi’i tidak menerangkan tentang wakaf uang. Hal ini merupakan tantangan karena masyarakat akan mengalami konflik dengan adanya pemahaman  yang dianggap baru di kalangannya. Tak hanya terjadi pada masyarakat, masalah sosialisasi juga terhambat pada media, baik media cetak dan elektronik. Sosialisasi dan edukasi mengenai wakaf belum terlihat masif. Hal inilah yang menyebabkan masalah wakaf uang tidak familiar di kalangan masyarakat.

Masalah kelembagaan yang masih belum terlalu kuat payung hukumnya.
Kurangnya kepekaan Pemerintah untuk memanfaatkan potensi wakaf uang sehingga akses masyarakat untuk menyalurkan wakafnya masih belum dijangkau secara optimal serta transparansi dalam pengelolaan dan alokasi dana wakaf masih kurang sehingga hal ini dapat menurunkan kepercayaan masyarakat untuk menyalurkan wakaf.

Untuk menjawab sebagian dari masalah tersebut, sejak tanggal 11 Mei 2002 Komisi Fatwa Majelis Ulama Indonesia telah menetapkan fatwa tentang wakaf uang, yang isinya adalah sebagai berikut.
  • Wakaf uang (Cash Wakaf/Waqf al-Nuqud) adalah wakaf yang dilakukan seseorang, kelompok orang, lembaga atau badan hukum dalam bentuk uang tunai.
  • Termasuk ke dalam pengertian uang adalah surat-surat berharga.
  • Wakaf uang hukumnya jawaz (boleh).
  • Wakaf uang hanya boleh disalurkan dan digunakan untuk hal-hal yang dibolehkan secara syar’i.
  • Nilai pokok wakaf uang harus dijamin kelestariannya, tidak boleh dijual, dihibahkan, dan atau diwariskan.

Konsep wakaf uang yang ditawarkan dalam Islam merupakan salah satu solusi untuk mengatasi kesenjangan masyarakat. Menurut Direktur Eksekutif Badan Wakaf Indonesia (BWI), Achmad Djunaedi, berdasarkan data resmi pemerintah, jumlah penduduk miskin di Indonesia adalah 28,5 juta orang. Namun, menurut Bank Dunia jumlah warga miskin di Indonesia mencapai 100 juta orang.

Untuk memaksimalkan potensi wakaf uang yang begitu besar di Indonesia, maka perlu dilakukan strategi-strategi kekinian yang tidak hanya memudahkan wakifi untuk menyalurkan dana wakafnya, namun juga memudahkan mereka untuk mengontrol dan mengetahui dana wakaf yang mereka salurkan dengan mudah dan cepat, semudah membuka Facebook dan Twitter. Melakukan digitalisasi pengelolaan wakaf dengan cara membuat start up yang khusus yang digunakan oleh masyarakat untuk menyalurkan wakaf merupakan sebuah solusi yang sangat tepat dan efisien.

Hal ini merupakan cara efektif dan efisien karena berdasarkan data yang dihimpun oleh eMarketer, diperkirakan hingga akhir 2015 pengguna smartphone mencapai 55 juta. Sedangkan total penetrasi pertumbuhannya mencapai 37,1 persen. Pertumbuhan pengguna smartphone yang besar ini mengakibatkan bertumbuhnya pula pengguna internet di Tanah Air. Sebab, rata-rata pengguna mengakses internet menggunakan perangkat mobile. eMarketer juga memproyeksikan bahwa pada 2016 hingga 2019 pengguna smartphone di Indonesia akan terus tumbuh. Angka pertumbuhannya pun fantastis. Pada 2016 akan ada 65,2 juta pengguna smartphone. Sedangkan di 2017 akan ada 74,9 juta pengguna. Adapun pada 2018 dan 2019, terus tumbuh mulai dari 83,5 juta hingga 92 juta mobile phone user di Indonesia. Penetrasi smartphone yang kuat di Indonesia menjadi pertanda baik untuk pertumbuhan transansaksi- transaksi online.

E-wakaf adalah sebuah start up yang tentunya bagian dari transaksi online yang dapat digunakan oleh siapa pun yang ingin menyalurkan wakaf yang dibuat oleh pemerintah melalui Badan Wakaf Indonesia (BWI). E-wakaf menyediakan update wakaf terkumpul  dengan detail yang bertujuan untuk transparansi dana wakaf kepada masyarakat luas. Dalam E-wakaf, masyarakat bebas memilih alokasi dana wakaf yang diinginkan. Baik untuk pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat miskin, pendanaan riset, dan sebagainya. E-wakaf mengintegrasikan seluruh alokasi dana wakaf uang untuk kesejahteraan masyarakat Indonesia – mulai dari pembangunan sekolah, pesantren, rumah sakit, dan lain-lain.

Mengingat pengguna smartphone di Indonesia yang semakin hari semakin meningkat maka bisa dikatakan potensi wakaf yang ada bisa dimaksimalkan melalui e-wakaf.  Selain itu, pemerintah harus menempuh langkah-langkah tertentu. Langkah pertama sosialisasi, baik melalui media massa maupun melalui pemerintah daerah sampai tingkat bawah. Kedua, penguatan lembaga nazhir yang dapat dipercaya. Mempunyai kredibilitas di mata masyarakat, dan harus dikontrol oleh hukum/regulasi yang ketat. Nazhir haruslah mempunyai kredilitas di mata masyarakat karena harus mampu menjalankan amanah melakukan investasi dan mendistribusikan benefit atas investasi dana wakaf. Ketiga, alokasi dana wakaf yang ada dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Salah satu cara pemberdayaan dana wakaf tunai tersebut adalah dengan mekanisme investasi. Adapun jenis investasi yang harus digalang hanya dapat dilakukan pada instrumen keuangan yang sesuai dengan Syariah Islam dan tidak mengandung riba. Untuk sistem perekonomian Indonesia saat ini, berdasarkan UU Pasar Modal hanya meliputi beberapa hal, yaitu instrumen saham yang sudah melalui penawaran umum dan pembagian dividen didasarkan pada tingkat laba usaha; penempatan dalam deposito pada Bank Umum Syariah. Keempat, kerja sama. Untuk mendukung keberhasilan pengembangan aspek produktif dari wakaf uang, perlu diarahkan model pengelolaan dana tersebut kepada sektor usaha yang produktif dengan lembaga usaha yang memiliki reputasi yang baik. Salah satu caranya adalah dengan membentuk dan menjalin kerja sama (networking) dengan perusahaan modal ventura. 

Beberapa pertimbangan atas pemilihan antara lain:
  • Bentuk dan mekanisme kerja Perusahaan Modal Ventura sangat sesuai dengan model pembiayaan dalam Sistem Keuangan Islami (untuk mengimplementasikan pembiayaan mudharabah maupun musyarakah). Hal ini untuk melengkapi metode pembiayaan yang dilakukan oleh perbankan Syariah, yang pada umumnya lebih menekankan pada model pembiayaan murabahah.
  • Dapat membangun hubungan bisnis yang lebih intensif dan berkesinambungan antara Lembaga Wakaf dan Perusahaan Modal Ventura sehingga memungkinkan terjaminnya perkembangan usaha bagi kedua belah pihak. Utamanya bagi lembaga wakaf hal ini sangat positif karena aspek income generating dari pemanfaatan dana-dana wakaf tunai menjadi terjamin.
  • Aspek pengawasan penyertaan dana pada Perusahaan Modal Ventura menjadi lebih mudah.

Selain bekerja sama dengan perusahaan modal ventura dalam mengelola dan mengembangkan dana wakaf, bisa juga bekerja sama dengan:
  • Lembaga perbankan Syariah atau lembaga keuangan Syariah lainnya sebagai pihak yang memiliki dana pinjaman. Dana pinjaman yang akan diberikan kepada pihak Nazhir wakaf berbentuk kredit dengan sistem bagi hasil setelah melalui studi kelayakan oleh pihak bank.(2) Lembaga investasi usaha yang berbentuk badan usaha non lembaga jasa keuangan. Lembaga ini bisa berasal dari lembaga lain di luar wakaf, atau lembaga wakaf lainnya yang tertarik terhadap pengembangan benda wakaf yang dianggap strategis.
  • Investasi perseorangan yang memiliki modal cukup. Modal yang akan ditanamkan berbentuk saham kepemilikan sesuai dengan kadar nilai yang ada. Investasi perseorangan ini bisa dilakukan lebih dari satu pihak dengan komposisi penyahaman sesuai dengan kadar yang ditanamkan.
  • Lembaga perbankan Internasional yang cukup peduli dengan pengembangan tanah wakaf di Indonesia, seperti Islamic Development Bank (IDB).
  • Lembaga keuangan lainnya dengan sistem pembangunan BOT (Build of Transfer).
  • Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) yang peduli terhadap pemberdayaan ekonomi umat, baik dalam atau luar negeri.


Jumat, 14 Oktober 2016

Tukang Soto ini Gratiskan Sotonya Setiap Jumat, Lihat Apa Yang Terjadi



Dalam rangka perjalanan untuk pekerjaan ke Solo, suatu hari saya mampir makan di warung soto di Solo.
Habis bubaran shalat jum'at saya mampir ke warung soto itu, karena sangat ramai dikunjungi pelanggannya. Saya pikir soto ini pasti enak karena pengunjungnya sampai ke teras warung...
Suasananya rada aneh, ketika saya lihat sekeliling meja, banyak sekali abang-abang becak yang makan di sana.
"Hemmm.. Pantesan rame, sotonya memang benar-benar enak!"
Ketika selesai makan dan mau membayar, Bu Amir pemilik warung soto itu melarang saya mengeluarkan uang.
"Tidak usah bayar Dik, terima kasih atas kunjungannya.".. ..
Dengan penuh rasa heran saya bertanya alasannya kenapa gak mau dibayar?
"Ini hari Jumat Dik, di sini tiap hari Jumat gratis!"
Masya Allah, terjawab sudah kenapa sebagian besar yang makan di warung ini tukang becak.
Setengah bingung saya mencoba mendekat ke tempat Bu Amir duduk.
"Ibu, apa gak rugi jual soto seharian gak dapat uang?", tanya saya setengah menyelidik.
"Dik, dari hari Sabtu sampai hari Kamis kan alhamdulillah kami dikasih rejeki,
dikasih untung sama Allah!!!
Kalau kami bersyukur dengan cara menggratiskan satu hari, untung kami masih sangat banyak untuk ukuran kami.
Kalau mau jujur seharusnya kami memberikan hak kepada Allah minimal 30% !
Coba adik pikir, siapa yang menggerakkan hati pelanggan-pelanggan kami untuk datang kemari ?
"Kalau kami harus membayar salesman, berapa uang yang harus kami bayar?"
"Semoga dengan 1/7 bagian ini Allah ridho. Sebagian besar dari hasil usaha ini kami gunakan untuk membiayai 4 anak kami. Mereka kuliah semua Dik. Satu di kedokteran UGM, satu di Teknik Sipil ITB, yang 2 lagi di UNS sini. Kalau bukan karena pertolongan Allah, mana bisa usaha kami yang sekecil ini membiayai kuliah 4 orang!"
Bu Amir menjelaskan panjang lebar.
Jelegeeer.... !!! Saya seperti disambar petir.
Warung soto sekecil ini bisa membiayai anaknya 4 kuliah di Universitas Negeri semua! Bahkan malah masih bisa memberi makan kepada tukang-tukang becak dan semua orang yang berkunjung ke warungnya setiap HARI JUMAT, GRATIS lagi !!!
Saya gak kehilangan akal, untuk membayar rasa kagum dan rasa bersalah makan soto gratis, saya masuk Mall.
Saya membeli dompet cantik buat hadiah Bu Amir.
Saya pikir, "Masa Bu Amir gak mau dikasih dompet secantik ini?"
Dalam waktu tidak sampai satu jam saya sudah kembali ke warungnya.
"Lho, kok balik lagi, ada yang ketinggalan Dik?", sapa Bu Amir heran.
"Mohon maaf Bu, ini hadiah dari saya tolong diterima. Anggap saja sebagai kenang-kenangan dari saya buat ibu yang telah memberi pelajaran hidup yang sangat berarti buat saya."
Dengan senyum tulus dan bicaranya halus Bu Amir menolak:
"Dik, terimakasih hadiahnya. Maaf, bukan ibu menolak. Ibu cukup pake dompet ini saja, kenang-kenangan dari suami ibu ketika beliau masih ada. Awet banget, tuh sampe sekarang masih bagus."
Bu Amir menepuk bahu saya.
"Bawa saja pulang dan hadiahkan buat ibumu. Percayalah, ibumu pasti senang dapat oleh-oleh dari Solo. Adik mampir di warung Ibu saja sudah merupakan sebuah kebahagiaan yang tidak ternilai. Ibu senang, benar-benar senang sudah bisa ngobrol sama adik."
Begitu kata Bu Amir sambil tersenyum.
Saya kehilangan akal dan hanya bisa pamit sambil menundukkan kepala....
Silahkan coba sotonya di lokasi : Yosodipuro dekat museum Pers Solo
Jika beli soto di situ selain hari jum'at, kembaliannya jangan diterima. Ketika membayar dan diberi kembaliannya, katakanlah "nderek titip kagem sedekah Jumat bu".
Beliau akan berterima kasih & mendoakan kita nggak habis2nya.
Aamiin... aamiin... aamiin...
Beliau mendoakan kita & Allah ridho akan doanya.

dari fb Angin Semilir

Minggu, 09 Oktober 2016

Gallery Tebar Qurban Berkah 2016


Alhamdulillah Program Tebar Qurban Berkah Tahun 2016 Sudah Terlaksana

Dana yang diterima adalah sebesar Rp. 40.250.000 dari 25 pengqurban

Hewan Qurban berupa kambing dan Domba Kami Sebarkann sebanyak 20 ekor menjangkau daerah-daerah minim dil luar Semarang, di Sayung Demak, dan di Mranggen, sedangkan 5 hewan kami bagikan berupa daging ke Warga Sekitar Kantor yang kekurangan

Daging Sapi dari Pengqurban Muhammad Iqbal kami distribusikan di Kecamatan Tugu Kelurahan Randugarut, Mangkang Wetan, Karanganyar dan menjadi 20 bungkus daging sapi

Dokumentasi

Beberapa hewan Qurban amanah dari para Donatur

(1)

(2)

(3)

(4)

(5)

(1),(2),(3),(4),(5) Nama Nama Pengqurban

(1)

(2)

(3)

(1), (2), (3) Penyembelihan diniatkan sesuai dengan nama Pengqurban

(1)

(2)

(1), (2) Para Relawan ikut membantu Menguliti gara pekerjaan segera bisa diselesaikan


 (1)

(2)

(1), (2), Distribusi Daging Qurban ke Warga Masyarakat di Kecamatan Tugu

Jazakumulloh khoiron kepada para Donatur yang telah menitipkan amanah qurbannya kepada lembaga kami, semoga qurbannya diterima Alloh dan menjadi keberkahan...aamiin

Kamis, 06 Oktober 2016

Setiap Kali Keluar Rumah, Amalkan Beri Sedekah Dengan Niat Ini

Artikel Sedekah, Infaq, hikmah sedekah, hikmah Infaq, Zakat, Wakaf, Wakaf Uang


Beritahu semua bapak untuk melakuakn amalan ini. Setiap kali keluar rumah, tolong bagi sedekah pada masjid atau madrasah atau dimana pun secara sembunyi.

Ketika sedekahkan duit dalam tabung, 5000 atau 10000, ketika itu niat dalam hati,

"Ya Allah, pecahkanlah kejahatan dalam diri aku, isteri aku dan dalam diri anak aku. Ya Allah, pecahkanlah kejahatan yang ada di keliling aku, keliling isteri aku dan keliling anak aku,"

Sebab apa? Sebab begitu banyak kejahatan yang ada yang kita susah untuk dijaga pada zaman ini. Hanya Allah yang bisa membantu. Sebab apa ketika sedekah, sebab ketika sedekah secara sembunyi dalam hadith sebut, ketika itu dapat memadamkan kemurkaan Allah. ketika itu kita niat, inshaAllah niat kita dimakbulkan.

Sebelum ini saya tak pernah terfikir. Tetapi bila Ustaz Jamal omongkan, baru saya terfikir. Begitu banyak kejahatan yang berlangsung di sekeliling kita sekarang. Anak-anak dengan tergoda dengan web site yang tak pantas. Suami juga tergoda dengan perkara-perkara yang menjadi sebab maksiat. Isteri sekarang ini juga banyak yang dikelilingi kebathilan. Bermesra dengan suami orang, bergelak ketawa di pejabat. Suami tergoda bisa berbuat tidak baik dengan isteri orang. Perkara-perkara seperti ini semua kita tak bisa menjaganya atau susah menjaga. Hanya dengan amalan saja minta Allah pecahkan. Ya Allah, ampunilah dosa kami.

Ustaz Jamal beritahu lagi,

"Amalan ibu pula, setiap selesai solat fardhu, doa yang sama sebab doa ibu ini sangat makbul dan doa pula setelah solat fardhu. Hadith nabi disebutkan bahwa doa sangat makbul setelah solat fardhu.

"Jangan lupa hidupkan bacaan hadith dalam rumah karena bacaan hadith ada cahaya. Akan masuk dalam hati anak-anak. Anak-anak dan kita sendiri sebagai ibu bapak yang tidak mendengar hadith tiga hari berturut-turut, satu titik hitam melekat di hati.

"Bayangkan, berapa tahun lamanya anak-anak kita tak dengar bacaan-bacaan hadith nabi dalam rumah kita? Besarnya dosa kita. karena itulah hati kita gelap, gelap dengan nur cahaya quran dan hadith. InshaAllah ibu bapa yang jaga sungguh-sungguh bacaan hadith di rumah, anak akan menjadi taat dan lembut hati, mudah taat perintah Allah dan mak ayah." katanya.

"Boleh ustaz berikan bacaan yang harus kami amalkan sebagai orang awam?" soal saya.

"Bacalah Al Ma'tsurat yang disusun oleh Hasan Al Banna...insyaa Alloh itu sudah mencukupi..."

Ya Allah, saya rasa nasihat ini sangat penting dan berguna untuk saya dan isteri serta semua orang. setelah makan, saya terus mengambil buku nota dan terus menyalin apa yang Ustaz Jamal beritahu saya. Setiap kali saya ceramah parenting di sekolah-sekolah, saya tidak pernah lupa untuk memberitahu perkara ini kepada ibu bapak.

Ya Allah, jagalah anak-anak kami untuk kami. Jauhkanlah anak-anak kami, isteri/suami daripada maksiat dan dosa. Kamu tidak mampu ya Allah. Kami lemah dan daif. Ampunilah kami. Amin.

Senin, 03 Oktober 2016

Keikhlasan Ibu Tunanetra Wakaf Rumah untuk Majelis Taklim




Meski sendirian, Umi Inah tidak pernah sekalipun absen dalam mengajar mengaji. Setiap dua kali dalam sepekan, dia mengisi pengajian ibu-ibu setempat.

Dream - Umsi, sudah tak lagi muda. Usianya 60 tahun. Selama ini dunia sangat gelap dipandangannya. Umsi memang telah lama menderita tunanetra. Tetapi, kondisi itu tidak menghalangi janda tiga anak ini untuk beraktivitas sebagai guru mengaji.

Wanita yang akrab disapa Umi Inah ini telah ditinggal suaminya terlebih dahulu tiga tahun silam. Dan suaminya pun menderita tunanetra.

Semasa hidup, Umi Inahdan suaminya menjadi pengajar mengaji di sebuah majelis taklim di Kampung Cadas, Desa Putat Nutug, Ciseeng, Bogor. Majelis taklim tersebut beranggotakan ibu-ibu setempat.

Setelah sang suami meninggal, Umi Inah tinggal sendiri. Dia lantas memutuskan untuk tinggal bersama anaknya, sementara rumahnya diwakafkan untuk majelis taklim.

" Umi udah tua, rumah ini lebih baik dijadikan tempat majelis biar lebih bermanfaat bagi banyak orang. Umi ingin berbagi ilmu ke sesama meski ilmu Umi pun sangat sedikit," ujar Umi Inah.

Meski sendirian, Umi Inah tidak pernah sekalipun absen dalam mengajar mengaji. Setiap dua kali dalam sepekan, dia mengisi pengajian ibu-ibu setempat.

Di luar aktivitas mengajarnya, Umi Inah kerap menyibukkan diri dengan membuat kerajinan berupa anyaman tikar pandan. Kadang, hasil anyaman tersebut dijual dan sebagian dipakai untuk alas waktu majelis taklim.

Kiprah Umi Inah membuat warga sangat kagum. Di usia yan tidak lagi terbilang muda, Umi Inah masih istiqomah dalam berdakwah.

" Umi Inah itu orangnya rajin, baik, meskipun kondisi fisiknya sangat terbatas. Kami bahagia dan bangga bisa diajar mengaji sama beliau. Sangat bermanfaat setiap ilmu yang disampaikan untuk kami semua," kata salah satu anggota majelis taklim

Selasa, 27 September 2016

Berbisnis dengan Allah Melalui Wakaf

Sahabat, apakah termasuk orang yang suka berbisnis? Bagi seorang pebisnis, pastilah tahu bahwa partner bisnis yang bisa dipercaya merupakan salah satu hal terpenting. Tak ada gunanya mendapat janji ini itu jika nyatanya karakter partner bisnis kita pembohong, pengkhianat, dan seringkali hanya memberi ansor (angin sorga), namun faktanya keuntungan yang dijanjikan kosong belaka.

Lalu bagaimana menurut Anda jika diajak berbisnis dengan partner yang kaya raya, dermawan, murah hati, sabar, jujur dan suka memberi keuntungan berlipat ganda? Bukankah berbisnis dengan sosok seperti ini sudah pasti menguntungkan?

 Sahabat, sebenarnya itulah yang ditawarkan oleh Allah pada kita, yakni berbisnis denganNya, dengan memperoleh ganjaran surga! Bukankah Allah sebaik-baiknya penepat janji?

Mari kita simak ayat yang menerangkan hal ini:
 “Hai orang-orang yang beriman, sukakah kamu aku tunjukkan suatu perniagaan yang dapat menyelamatkanmu dari azab yang pedih? (Yaitu) kamu beriman kepada Allah dan RasulNya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui. Niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosamu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan (memasukkan kamu) ke tempat tinggal yang baik di dalam surga Adn. Itulah keberuntungan yang besar.” (QS Ash-Shaff ayat 10-12)

 Lalu bagaimanakah cara untuk berbisnis denganNya? Bagi Anda yang memiliki kelebihan harta, salah satu bisnis yang Allah tawarkan adalah dengan mewakafkan harta yang memiliki nilai manfaat untuk orang banyak.

 Adapun syarat dan ketentuannya adalah sebagai berikut:
1. Syarat Wakaf harus ada Wakif Dalam syarat wakaf harus ada wakif. Wakif adalah orang yang mewakafkan harta benda miliknya. Syarat seorang wakif yaitu dewasa, berakal sehat dan juga tidak terhalang melakukan perbuatan hukum dan pemilik sah harta benda yang diwakafkan.

 2. Syarat Wakaf harus ada Nadzir Dalam syarat wakaf harus ada nadzir. Nadzir adalah orang yang diserahi tugas pemeliharaan dan pengurusan benda wakaf. Nadzir meliputi perseorangan, organisasi dan badan hukum.

 3. Syarat Wakaf harus ada Harta Benda Wakaf Syarat wakaf harus ada harta benda yang diwakafkan. Harta benda wakaf adalah benda baik bergerak maupun tidak bergerak yang memiliki daya tahan yang tidak hanya sekali pakai atau bernilai menurut ajaran islam.

 4. Syarat Wakaf harus ada Ikrar Wakaf Syarat wakaf harus ada ikrar wakaf. Ikrar wakaf adalah pernyataan kehendak dari wakif untuk mewakafkan benda miliknya. Ikrar wakaf dilaksanakan oleh wakil kepada nadzir di hadapan PPAIW (Pejabat Pembuat Akta Ikrar Wakaf) dengan disaksikan oleh 2 orang saksi, ikrar tersebut dinyatakan secara lisan dan atau tulisan serta diuangkan dalam akta ikrar wakaf oleh PPAIW

5. Syarat Wakaf harus ada Peruntukan Harta Benda Wakaf Syarat wakaf harus ada peruntukan harta benda wakaf. Dalam rangka mencapai fungsi wakaf dan tujuan wakaf, harta benda wakaf hanya dapat diperuntukan bagi : – Sarana ibadah – Kegiatan dan prasarana pendidikan serta kesehatan – Bantuan kepada anak terlantar, fakir miskin, yatim piatu dan beasiswa – Kemajuan dan peningkatan ekonomi umat – Kemajuan dan juga kesejahteraan umum lainnya yang tidak bertentangan dengan syariah dan peraturan perundang-undangan.

6. Syarat Wakaf harus ada Jangka Waktu Wakaf Pada umumnya para ulama berpendapat yang diwakafkan zatnya harus kekal. Namun Imam Malik dan golongan syi’ah Imamiyah menyatakan bahwa wakaf itu boleh dibatasi waktunya. Golongan Hanafiyah mensyaratkan bahwa harta yang diwakafkan itu zatnya harus kekal yang memungkinkan dapat dimanfaatkan terus-menerus. 

Sedangkan keuntungan yang dijanjikan oleh Allah bagi orang-orang yang berwakaf adalah sebagai berikut
1. Mendapat balasan berlipat ganda “Jika kalian meminjamkan kepada Allah pinjaman yang baik, niscaya Allah melipat gandakan (pembalasannya) kepada kalian dan mengampuni kalian. Dan Allah Maha Pembalas Jasa lagi Maha Penyantun”. (QS. At-taghabun:17) “Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir. Pada tiap-tiap bulir seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi sesiapa yang Dia kehendaki, dan Allah Maha Luas (karunia-Nya) lagi Maha Mengetahui.” (QS. al-Baqarah: 261)

2. Balasan surga dan ampunan Allah “Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Rabbmu dan kepada surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa (yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya) baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan kemarahannya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan.” (QS.Ali Imran:133-134) Sahabat, ketahuilah bahwa partner bisnis yang paling bisa dipercaya adalah Allah subhanahu wata’ala, Dia tak memiliki kepentingan apapun terhadap kita, tidak membutuhkan secuil pun keuntungan dari makhlukNya. Maka, sudahkah kita terpanggil untuk berbisnis denganNya? (SH)

Info Wakaf
Call center : 08122849570

Tunaikan Wakaf anda melalui:
Bank Mandiri Syariah : 7087503261 a.n. BMT ANDA QQ WAKAF BAITUL MAAL

Minggu, 25 September 2016

Jangan Sembarang Sedekah!



TAHUKAH Anda manfaat dari bersedekah? Ya, tentu sudah banyak Anda membaca atau mendengarkan dari para ulama Muslim yang menerangkan begitu dahsyatnya kekuatan sedekah. Hanya saja, banyak dari kita yang masih begitu sulit untuk berbagi kepada orang lain. Inilah yang menyebabkan banyaknya orang berkeluh kesah terhadap kehidupannya. Apa hubungannya?

Salah satu manfaat dari sedekah ialah bisa menghindarkan diri kita dari kesengsaraan. Tak percaya? Coba kita lihat tokoh agama terkemuka di negara kita ini, yakni Yusuf Mansur. Dulu, ia berada dalam taraf ekonomi yang rendah. Tapi, lihatlah kini. Ia memiliki kedudukan yang tinggi di mata manusia karena membiasakan diri untuk bersedekah.

Memang, pada hakikatnya Allah yang mengubah seseorang menjadi lebih baik. Tetapi, Allah pun tidak akan semata-mata mengubahnya jika tanpa usaha. Nah, sedekah itulah salah satu usaha yang bisa kita lakukan.

Sedekah pun tidak sembarang sedekah. Ada orang yang bersedekah tetapi kehidupannya masih tetap sama. Ia masih merasakan kesusahan dalam hidupnya. Mengapa bisa terjadi? salah satu faktornya ada pada hatinya. Apa itu? Rasa ikhlas.

Ya, ikhlas dalam bersedekah sangatlah diperlukan. Boleh saja kita mengharap sesuatu dari sedekah yang dikeluarkan. Tetapi, ingatlah jangan dilakukan kepada makhluk, langsung saja pinta kepada Allah. Sebab, banyak ditemukan orang yang sedekah meminta agar dirinya didoakan. Itu berarti masih ada unsur tidak ikhlas dalam dirinya –Wallahu ‘alam.

Hal terburuk ialah adanya orang yang bersedekah hanya ingin menunjukkan dirinya mampu untuk berbagi kepada sesama. Ia ingin memperoleh pujian dari orang lain. Ia merasa bangga diri dengan apa yang dilakukannya. Padahal, pada hakikatnya pujian itu hanyalah milik Allah. Harta yang kita keluarkan untuk bersedekah pun adalah milik Allah.

Nah, jadi dapat kita ketahui bahwasanya jika kita ingin memperoleh keberkahan dalam hidup, maka sedekahlah. Meski sedikit tetapi bisa memberi arti pada orang yang membutuhkannya. Tapi ingat, lakukanlah dengan ikhlas hanya untuk menggapai ridho Allah. Biarlah orang yang diberi itu berdoa dengan sendirinya untuk kebaikan kita, tanpa kita pinta. Dan biarkanlah orang lain tetap diam –tidak memuji, dengan Anda melakukan sedekah tanpa diketahui orang lain

Rabu, 21 September 2016

Rezeki Melimpah-Ruah Sejak Sedekah Makanan Pada Kucing



Sebenarnya, saya ini bukanlah 'cat lover'. Saya suka kucing tetapi saya geli dengan kucing. Kalau di toko Ibu atau kafe yang ada kucing, bila ada kucing lalu di bawah kaki dan ekornya terkena pada kaki saya, serius saya akan terkejut!

Kalau yang jenis kucing ingin makanan sampai dia berdiri pegang paha kita, itu saya sangat takut! Tetapi saya masih suka kucing. Kalau ada orang sampai peluk cium kucing seperti bantal itu, sayalah orangnya

Orang kata, kalau ingin murah rezeki, ingin hidup tenang, berbagi rezeki dengan makhluk tuhan. Salah satunya ialah kucing. Sebelum ini saya cuma lihat saja orang beri kucing makan.

Ada yang update media sosial beri kucing makan supaya murah rezeki. Ada usahawan yang berbagi tips ingin kaya dan sukses, salah satu tipsnya ialah beri kucing makan. Dan ada seorang mamat ini, saat saya shooting, dia beri kucing makan.

Saya tanya dia, dimana dapat makanan kucing itu? Dia kata, beli di supermarket saja. 1 paket dalam Rp. 10.000 saja. Ada banyak dalam mobilnya. Itu semua disediakan untk beri kucing agar makan.

Setelah beberapa bulan, saya melatih diri untuk memberi makanan kepada kucing-kucing. Dah beberapa bulan jugalah saya melakukan itu dan syukur rezeki tuhan mencurah-curah. Dalam mobil saya, saya sudah beli banyak sekali. Jadi saya bisa beri kucing makan walaupun saya belum memelihara seekor pun.

Kita mau duit Rp. 10 Juta tetapi sukar mau berikan uang 100 Ribu. Siapa yang ingat? Dalam Islam, kalau ingin kaya, kita harus keluarkan duit. Ingat itu!

Saya ini memang berniat mahu memelihara kucing tetapi bukan sekaranglah sebab rumah dan studio saya jauh. Jadi saya beri kasih sayang seperti ini dengan kucing.

"Chewah!"

Tak peduli kita ini mempunyai usaha atau tidak, jangan lupa berbagi rezeki sesama kita. Kita makan sama-sama, kita gemuk sama-sama.


Senin, 19 September 2016

Gaji Masih Pas-pasan Bukan Alasan Untuk Tak Bersedekah. Ini Alasannya!



Pernahkah kamu mendengar cerita tentang Mbah Jum, nenek penjual sayur di Malang yang beberapa waktu lalu tertangkap kamera netizen sedang memasukkan uang ke kotak sumbangan? Sehari-hari Mbah Jum mengumpulkan sayuran liar dan menjualnya di pasar. Pendapatannya mungkin tak lebih dari 30.000 perhari, tapi Mbah Jum selalu menyisihkan uangnya untuk mengisi kotak sumbangan di pojok pasar Pujon, Malang.

Duh, bulan ini harus beli sepatu, tas, dan baju buat kerja. Belum lagi harus benerin laptop. Harus beli tiket mudik lebaran pula.

Banyaknya kebutuhan yang harus kamu penuhi dan pendapatan yang serba pas-pasan memang alasan yang logis untuk ragu bersedekah. Kamu saja belum kecukupan, kenapa haru memikirkan yang lain? Tapi setelah kamu baca alasan-alasan di bawah ini, semoga kamu tahu bahwa pendapatan pas-pasan bukan alasan untuk bersedekah.

1. Dengan gaji yang pas-pasan harusnya kamu tahu bagaimana rasanya kekurangan . Tidakkah kamu ingin membantu mereka yang tak bisa makan?


Punya gaji pas-pasan memang serba salah. Kamu ingin ini dan itu seringnya tidak kesampaian karena tertutup oleh kebutuhan lainnya. Makan seadanya, jalan-jalan pun harus ditunda sampai nanti ada uang lebih. Dengan gaji pas-pasan itu, mungkin kamu tahu bagaimana rasanya hidup dalam kekurangan. Bukankah tidak enak kalau kita menginginkan sesuatu tapi tidak bisa meraihnya karena tidak ada uang? Sekarang, apakah kamu tidak ingin membantu mereka-mereka yang lebih tidak beruntung daripadamu, yang ingin makan tapi tidak bisa karena tidak ada yang dimakan?

2. Toh sedekah tidak harus berjuta-juta. Kalau menunggu kaya, kapan kamu akan melakukannya?


Kamu beralasan bahwa sedekahnya nanti saja, karena sekarang kamu sendiri masih serba kurang. Kalau kamu sudah berkecukupan dan tidak ada lagi kebutuhan yang menanti dipenuhi, barulah kamu akan bersedekah sebanyak-banyaknya. Tapi kamu lupa, masa depan kita tidak pernah terbaca. Sebagai manusia kita memang harus optimis dan berusaha untuk menjadi orang kaya. Tapi kalau menunggu saat itu tiba, kapan kira-kira kamu akan mulai melakukannya? Bisa setahun lagi, dua tahun, sepuluh tahun, atau bahkan tidak pernah. Kamu lupa bahwa sedekah tidak harus berjuta-juta. Tidak harus membangun sekolahan atau memberikan sumbangan sembako ratusan ton. Seribu atau dua ribumu saja sudah cukup bisa menolong.

3. Naluri alamiah manusia adalah tidak pernah puas. Bahkan meskipun nanti gajimu sudah puluhan juta, bisa saja kamu masih merasa kekurangan


Kamu mungkin juga lupa bahwa naluri kita sebagai manusia adalah tidak pernah puas. Saat ini dengan gajimu yang kecil kamu merasa pas-pasan. Seiring berjalannya waktu, saat gajimu sudah semakin tinggi, belum pasti juga kamu akan merasa berkecukupan. Seiring pendapatan yang meningkat kebutuhan dan keinginan kita juga akan meningkat. Semakin banyak uang yang kamu punya, semakin banyak yang kamu inginkan. Jadi bila menunggu sampai kamu tidak kekurangan lagi dan semua keinginanmu terpenuhi baru bersedekah, mungkin kamu memang tidak akan pernah melakukannya.

4. Kamu merasa sayang untuk sedekah ketika uangmu masih sedikit? Percayalah, semakin banyak uangmu nanti, semakin kamu sayang untuk mengeluarkannya


Baiklah, kamu merasa berat mengeluarkan uang untuk sedekah karena kamu merasa uang itu lebih baik ditabung atau memenuhi kebutuhan lainnya yang masih antre. Kamu berusaha pelit pada diri sendiri supaya untuk belajar hidup hemat dan demi masa depan yang lebih baik. Kamu juga berpikir bahwa nanti kalau uangmu sudah banyak, toh kamu tidak akan ragu-ragu lagi untuk mengeluarkan uang bersedekah. Belum tentu. Bisa jadi semakin banyak uang yang kamu punya, semakin sayang kamu mengeluarkannya untuk bersedekah, karena kamu lebih suka menyimpannya untuk dirimu sendiri.

5. Bersedekah meski gaji pas-pasan akan membuatmu belajar berbagi dalam kekurangan. Kamu juga akan jadi terampil mengelola keuangan


Kita hidup di dunia ini tidak sendirian. Kita juga tidak tahu apa yang terjadi di masa depan. Ketika membiasakan diri untuk bersedekah meski pendapatan masih pas-pasan, sebenarnya kamu sedang menempa hidupmu menjadi sosok yang lebih tegar. Dari sana kamu bisa belajar banyak hal, seperti berbagi dalam kekurangan. Kamu juga bisa belajar bagaimana cara mengatur keuanganmu, supaya dengan gajimu yang pas-pasan itu, kamu masih tetap bisa membantu mereka-mereka yang membutuhkan.

6. Jangan merasa sedekahmu tidak berarti apa-apa karena hanya sedikit nilainya. Kamu tak tahu seberapa seberapa besar seribu atau dua ribu bagi mereka yang membutuhkan


Apakah selama ini kamu enggan bersedekah karena merasa apa yang bisa kamu berikan tetap tidak bisa mengubah keadaan? Bisa untuk apa uang seribu atau dua ribu? Nasi putihpun tak cukup. Mereka tetap miskin dan kekurangan. Bukankah besok mereka juga belum tahu mau makan apa? Kalau ada yang harus membantu pastinya orang-orang kaya itu, yang bisa memberikan banyak uang. Jangan meremehkan seribu atau dua ribu yang kamu berikan. Karena mungkin uang yang tidak seberapa itu, menjadi penyelamat bagi mereka-mereka yang sekarat tidak bisa makan.

7. Seribu atau dua ribu untuk orang yang membutuhkan tidak akan membuatmu jatuh miskin, seribu atau dua ribu yang kamu simpan tidak akan membuatmu lebih kaya


Ironisnya, kamu merasa masih miskin saat dihadapkan pada kotak sumbangan, tapi kamu bisa menghabiskan uang berjuta-juta untuk membeli tas atau sepatu. Kamu menawar mati-matian harga barang di penjual kakilima, tapi kamu bisa saja membeli barang di mall yang harganya lima kali lipat. Memang benar bahwa saat ini gajimu masih pas-pasan, tapi mengeluarkan seribu sampai lima ribu uangmu untuk mereka yang membutuhkan, tidak akan membuatmu lebih miskin dari yang sebelum-sebelumnya bukan?

Bersedekah tidak harus berjuta-juta nilainya. Berapapun yang kamu mampu dan kamu punya, bisa sangat berarti bagi orang yang membutuhkan. Bila Mbah Jum yang penghasilannya tidak berjuta-juta perbulan saja bisa, kenapa kita tidak bisa?

Kamis, 15 September 2016

Tips Kaya : Shodaqoh dan Infaq di Jalan Alloh



SAYA malu, atau tepatnya sungkan, berbagi tips kaya dan bahagia yang satu ini karena takut dianggap berharap sesuatu atau takut mengajari hati saya sendiri berharap dan bergantung kepada selain Allah.

Namun saya ingin berbagi ini karena keyakinan saya akan kebenarannya dan testimoni teman-teman saya yang sudah mencapai posisi sukses, kaya dan bahagia. Tips yang satu ini adalah shadaqah atau infaq di jalan Allah.

Rasulullah bersabda dalam hadits shahih riwayat Turmudzi: "Harta seorang hamba tidak akan berkurang karena dishadaqahkan." Dalam hadits shahih yang lain Rasulullah bersabda: "Barang siapa menginfakkan hartanya di jalan Allah, maka dicatatkan untuknya 700 kali lipat." Cobalah renungkan pula firman Allah QS Al-Layl 5-7, 17-21, QS Al-Baqarah 271, QS Ali Imran 92. Keberkahan hidup melalui shadaqah sangat dakhsyat bukan?

Begitu hebatnya pengaruh infaq shadaqah dalam kehidupan kita sampai-sampai kita diperbolehkan iri yang positif pada para dermawan. Rasulullah bersabda: Tidak boleh iri hati kecuali pada dua hal: (iri terhadap) orang yang dikaruniai Allah dengan harta kemudian membelanjakannya dalam kebenaran dan (iri terhadap) orang yang dikaruniai Allah dengan ilmu kemudian mengamalkannya dan mengajarkannya." (Muttafaq Alaih).

Hadits lain menyatakan: "Tidak boleh iri kecuali terhadap dua (jenis manusia): seseorang yang Allah ajarkan kepadanya Al Qur`an, lalu dia membacanya di sepanjang malam dan siang, lalu tetangganya mendengarnya dan berkata: Seandainya aku diberikan (kemampuan membaca Al Qur`an) sebagaimana yang telah diberikan (Allah) kepada si Fulan sehingga aku dapat melakukan seperti apa yang dia lakukan. ; dan seseorang yang Allah berikan kepadanya harta, lalu dia menafkahkannya di dalam kebenaran, lalu ada seseorang yang berkata: Seandainya aku diberikan (harta) sebagaimana yang telah diberikan (Allah) kepada si Fulan sehingga aku dapat melakukan seperti apa yang dia lakukan." [HR Al Bukhari (5026)]

Di mana posisi kita? Masih di "seandainya?" Diskusikan dengan keluarga lalu putuskan dan laksanakan. Semoga semakin sukses, kaya dan bahagia. Salam

AIM
Pengasuh Ponpes Kota Alif Laam Miim Surabaya.

Rabu, 14 September 2016

Dengan Sedekah, yang Sulit Menjadi Mudah



SUATU hari di sekitar tahun 2005 saya dan seorang kakak laki-laki sedang kehabisan uang dalam sebuah perjalanan menuju kost. Uang di dompet cuma tersisa satu lembar uang seribuan. Sedangkan, di saku kakak hanya ada selembar lima ribuan.

Padahal untuk sampai ke kost kami harus naik angkot dua kali oper. Jelas uang yang ada tidak mencukupi untuk meneruskan perjalanan kami berdua. Meskipun digabungkan sekalipun. Kami berdua sempat duduk termenung di ruang tunggu sebuah terminal. Bingung sekaligus berfikir bagaimana caranya agar kami bisa sampai kost dengan selamat. Setelah merasa tidak mendapatkan jalan keluar, akhirnya kami berdua jalan kaki tak tentu arah.

 Dalam situasi yang sempit itu kami terus memohon pada Allah Swt agar diberi jalan dan kemudahan. Karena kami sangat yakin dalam satu kesulitan pasti ada seribu kemudahan. Tak berapa jauh kami berjalan, kami menjumpai seorang pengemis yang duduk di pinggir emperan ( teras ) sebuah toko. Pengemis tua seorang kakek-kakek dengan baju serta celana kumal, membawa tongkat dan memakai topi kusam duduk bersila.

Di hadapannya dia letakkan sebuah kaleng bekas sabun colek yang terisi beberapa uang recehan. Pada saat kami jalan di depannya sontak kakak merogoh saku celananya dan mengeluarkan selembar uang lima ribuan lantas di masukkan ke dalam kaleng milik si kakek pengemis tadi. Saya sempat tegur setelahnya, kenapa dikasihkan ke orang padahal kita kan lagi dalam kesulitan. Tapi kakak tidak menanggapi, dari raut mukanya malah tampak tenang dan ada sebersit keyakinan di sana. Tidak berapa lama tiba-tiba ada seseorang lagi-laki pengendara motor menyapa kakak. Ternyata teman kerja kakak. Akhirnya di situ kakak dan temannya berbincang sebentar.

Di situ kami mendapatkan pertolongan, akhirnya kami bisa sampai ke kost dengan ongkos dipinjami oleh temannya kakak tadi. Suatu waktu kakak cerita katanya temannya mengikhlaskan uangnya dan tidak mau diganti. Sahabat, sering kita berfikir jika bersedekah hanya di saat kita sedang mampu saja. Manakala keuangan sedang terjepit kita menganggap tidak perlu untuk bersedekah dengan alasan diri sendiri saja sedang sulit, jika harus bersedekah bagaimana nasib kita nanti. Rumus sedekah memang tidak bisa dilogika memakai ukuran manusia. Tapi Allah yang mengatur segalanya.

Sedekah merupakan pintu kemudahan terhadap kesempitan yang sedang kita alami. Sebagaimana yang difirmankan Allah Swt : “Hendaklah orang yang mampu memberi nafkah menurut kemampuannya. Dan orang yang disempitkan rejekinya hendaklah memberi nafkah dari harta yang diberikan Allah kepadanya. Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan (sekedar) apa yang Allah diberikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangam sesudah kesempitan,” (QS. Ath-Thalaq : 7).

 Saat kita mengalami kesulitan entah itu terlilit hutang yang tiada habisnya, anak susah di atur, sakit yang tak kunjung sembuh, jodoh yang belum juga menghampiri dan berbagai masalah lain, cobalah untuk bersedekah. Sedekah itu merupakan obat mujarab menanggulangani segala kerumitan hidup. Sedekah juga merupakan bukti sejauh mana seorang hamba telah yakin dan percaya dengan janji yang diberikan Allah.

 Bagi seseorang yang imannya kokoh dan tidak ada setitikpun keraguan, melakukan sedekah tidak akan melihat dirinya dalam keadaan lapang ( banyak uang/ harta ) ataupun sulit ( miskin ). Sedekah bukan memberikan sebagian rejeki kita ke orang lain tanpa arti. Di saat kita bersedekah Allah membuka pintu kemudahan selebar-lebarnya terhadap kesulitan yang sedang kita alami. Seberapapun besarnya kesulitan itu.

Tapi bagaimana jika kita sedang tidak memiliki apapun untuk disedekahkan? Sedekah itu tidak hanya bersifat materi. Bahkan senyum kepada tetangga juga termasuk sedekah. Berbuat kebaikan semaksimal yang kita mampu dengan menolong sesama yang membutuhkan tenaga kita juga merupakan sedekah. Apapun bentuk sedekah kita, maka Allah akan membalasnya dengan kemudahan-kemudahan yang barangkali di luar dugaan kita. Wallahu’alam bish shawab.

Oleh: Muntarsih Zakiyya Sakhie, tinggal di Timika-Papua

Rabu, 31 Agustus 2016

Mana yang Lebih Utama, Qurban Sapi, Qurban Domba atau Qurban Kambing?

Qurban Kambing, Qurban Sapi, Qurban Domba, Qurban Terbaik
Qurban Kambing, Qurban Sapi, Qurban Domba, Qurban Terbaik


Beberapa pekan lagi menjelang datangnya idul qurban, bagi Anda yang berniat menyisihkan sejumlah rezeki untuk berqurban di hari ied nanti, pasti segala persiapan dana dan niat yang tulus sedang dalam proses persiapan. Keikhlasan yang terbaik akan berbanding lurus dengan kualitas bahagia yang tercipta usai menyembelih hewan qurban.

Namun tentu di antara sebagian besar muslim Indonesia yang berdasar persentase masih berada dalam kategori ekonomi menengah, tak selamanya kondisi ekonomi memungkinkan untuk berqurban dengan jenis qurban yang terbaik.

Lalu jika memang sedang tidak berada dalam kondisi keuangan dan rezeki yang terbaik namun tetap ingin berqurban, pilihannya hanya tinggal dua: memilih qurban sapi dengan cara patungan atau memilih qurban kambing atas nama kita sendiri. Lebih baik mana di antara dua pilihan tersebut?

Seperti yang dilansir dari laman voa-islam, sesungguhnya ibadah qurban adalah ibadah sunnah yang diutamakan. Rasulullah SAW telah memberi teladan dengan selalu tak pernah luput melaksanakan ibadah qurbannya. Ketika zaman Rasulullah silam, Rasul selalu memilih qurban dengan dua ekor domba jantan yang berwarna putih dan bertanduk. Rasululllah menyembelihnya sendiri dengan kedua tangannya seraya menyebut nama Allah dan bertakbir serta meletakkan kakinya di samping leher domba qurban tersebut.

Berdasarkan contoh di atas, Rasulullah memilih qurban domba jantan karena disesuaikan dengan kemampuan rasulullah ketika itu, serta pertimbangan mudahnya mencari domba ketimbang sapi di tanah arab.

Lalu jika dihadapkan pada pilihan qurban sapi patungan atau qurban kambing, mana yang lebih diutamakan?

Menurut jumhur ulama atau kesepakatan para ulama – mazhab Hanafiyah, Syafi’iyah, Hanabilah dan pendapat yang dipilih oleh Ibnu Hazm, hewan qurban yang paling utama adalah hewan yang paling mahal dan paling banyak dagingnya. Hewan ternak yang diperbolehkan sebagai hewan qurban ada tiga jenis: Unta, sapi, dan kambing.

Jika dilihat berdasarkan banyaknya daging dan mahalnya harga hewan qurban, maka urutan keutamaannya adalah sebagai berikut: qurban unta, qurban sapi, lalu qurban kambing. Dari berbagai jenis kambing, qurban kambing jenis domba lebih diutamakan daripada kambing lokal.

Jika pernyataan tersebut diaplikasikan dalam kondisi ekonomi dan kondisi hewan ternak di Indonesia, maka qurban sapi jelas lebih diutamakan ketimbang qurban kambing. Mengingat harga sapi qurban lebih mahal dan lebih banyak dagingnya hampir 7 kali lipat dibandingkan dengan qurban kambing atau domba.

Namun, dalam konteks patungan qurban sapi dibandingkan dengan qurban kambing, pendapat Malikyah bisa dipakai sebagai pedoman. Siapa yang berqurban untuk dirinya dan anggota keluarganya maka yang paling utama adalah berqurban dengan satu ekor unta, lalu dengan satu ekor sapi, kemudian baru satu ekor kambing. Bukan dengan cara patungan unta atau patungan sapi. Jika memang demikian, berarti simpulannya, qurban kambing untuk seorang lebih utama ketimbang qurban sapi dengan patungan.

Wallau A’lam.

Urutan Hewan Kurban Paling Utama; Kambing atau Sapi?


Kambing, Sapi, Domba, Hewan Terbaik Untuk Qurban
Kambing, Sapi, Domba, Hewan Terbaik Untuk Qurban

Oleh: Badrul Tamam

Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam atas Rasulillah -Shallallahu 'Alaihi Wasallam-, keluarga dan para sahabatnya.
Udhiyyah atau berkurban termasuk salah satu syi'ar Islam yang agung dan termasuk bentuk ketaatan yang paling utama. Ia adalah syi'ar keikhlasan dalam beribadah kepada Allah semata, dan realisasi ketundukan kepada perintah dan larangan-Nya. Karenanya setiap muslim yang memiliki kelapangan rizki hendaknya ia berkurban.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
مَنْ كَانَ لَهُ سَعَةٌ وَلَمْ يُضَحِّ فَلاَ يَقْرَبَنَّ مُصَلاَّنَا
"Barangsiapa yang memiliki kelapangan, sedangkan ia tidak berkurban, janganlah dekat-dekat musholla kami." (HR. Ahmad, Ibnu Majah dan al-Hakim, namun hadits ini mauquf)

Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam telah memberi teladan, beliau senantiasa melaksanakannya. Dari Ibnu Umar Radhiyallaahu 'Anhuma, “Adalah Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam selama sepuluh tahun tinggal di Madinah, beliau selalu menyembelih kurban.” (HR. Ahmad dan al-Tirmidzi, sanadnya hasan)

Diriwayatkan dalam Shahihain, “Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam berkurban dua ekor domba yang putih dan bertanduk. Beliau menyembelih sendiri dengan kedua tangannya sambil menyebut nama Allah dan bertakbir serta meletakkan kakinya di samping lehernya.”

Jenis Hewan Kurban
Jenis binatang yang boleh dijadikan hewan kurban adalah binatang ternak. Yaitu unta, sapi, kambing atau domba. Kerbau masuk dalam jenis sapi. Hal ini berdasarkan firman Allah Ta'ala,
وَلِكُلِّ أُمَّةٍ جَعَلْنَا مَنْسَكًا لِيَذْكُرُوا اسْمَ اللَّهِ عَلَى مَا رَزَقَهُمْ مِنْ بَهِيمَةِ الْأَنْعَامِ
"Dan bagi tiap-tiap umat telah Kami syariatkan penyembelihan (kurban), supaya mereka menyebut nama Allah terhadap binatang ternak yang telah direzekikan Allah kepada mereka." (QS. Al-Hajj: 34)
Dalam bahasa arab, (sebagaimana yang disebutkan dalam tafsir Ibnu Katsir), yang dimaksud Bahiimatul Al An’aam hanya mencakup tiga binatang yaitu unta, sapi, atau kambing. Oleh karena itu, berqurban hanya sah dengan tiga hewan tersebut dan tidak boleh selain itu. Bahkan sekelompok ulama menukilkan adanya ijma’ (kesepakatan) bahwasanya qurban tidak sah kecuali dengan hewan-hewan tersebut (lihat Shahih Fiqih Sunnah, II/369 dan Al Wajiz 406).

Syaikh Ibnu ‘Utsaimin rahimahullah mengatakan, “Bahkan jika seandainya ada orang yang berqurban dengan jenis hewan lain yang lebih mahal dari pada jenis ternak tersebut maka qurbannya tidak sah. Andaikan dia lebih memilih untuk berqurban seekor kuda seharga 10.000 real sedangkan seekor kambing harganya hanya 300 real maka qurbannya (dengan kuda) itu tidak sah…” (Syarhul Mumti’ III/409).
Bahimah An'am: unta, sapi, dan kambing. Ini yang dikenal oleh orang Arab sebagaimana yang dikatakan oleh Al-Hasan, Qatadah, dan selainnya.
Al-‘Allamah Ibnu ‘Asyur dalam al-Tahrir wa al-Tanwir juga menyebutkan bahwa bahimah mencakup empat hewan yang menjadi makanan manusia yaitu unta, sapi, domba dan kambing.

Mana yang Paling Utama?
Hewan kurban yang paling utama adalah yang paling mahal dan lebih banyak dagingnya. Karenanya, menurut Jumhur ulama –Madhab Hanafiyah, Syafi’iyah, Hanabilah, dan pendapat yang dipilih Ibnu Hazm- , hewan kurban yang paling utama adalah unta, lalu sapi, baru kemudian kambing. Dari jenis kambing, domba lebih utama daripada kambing (jawa).
Dasar dari pendapat ini adalah sabda Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam tentang keutamaan datang lebih awal ke shalat Jum’at,
مَنْ اغْتَسَلَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ غُسْلَ الْجَنَابَةِ ثُمَّ رَاحَ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدَنَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كَبْشًا أَقْرَنَ وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ دَجَاجَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَيْضَةً فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامُ حَضَرَتْ الْمَلَائِكَةُ يَسْتَمِعُونَ الذِّكْرَ

"Barangsiapa mandi di hari Jum’at seperti mandi janabah, kemudian datang di waktu yang pertama, ia seperti berkurban seekor unta. Barangsiapa yang datang di waktu yang kedua, maka ia seperti berkurban seekor sapi. Barangsiapa yang datang di waktu yang ketiga, ia seperti berkurban seekor domba kibas. Barangsiapa yang datang di waktu yang keempat, ia seperti berkurban seekor ayam. Dan barangsiapa yang datang di waktu yang kelima, maka ia seperti berkurban sebutir telur. Apabila imam telah keluar (dan memulai khutbah), malaikat hadir dan ikut mendengarkan dzikir (khutbah).” (HR. Muttafaq 'alaih, dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu)

Dalam hadits di atas disebutkan tingkatan keutamaan berkurban (mendekatkan diri) kepada Allah antara unta, sapi, dan kambing. Hal ini karena unta adalah yang paling mahal harganya dan paling banyak dagingnya, baru diikuti sapi, lalu kambing.

Alasan keutamaan hewan kurban terletak pada mahalnya telah dinashkan dalam hadits Abu Dzar Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam,
فَأَيُّ الرِّقَابِ أَفْضَلُ قَالَ أَعْلَاهَا ثَمَنًا وَأَنْفَسُهَا عِنْدَ أَهْلِهَا
“Lalu budak macam apa yang paling utama dimerdekakan? Beliau menjawab: yang paling tinggi harganya dan paling disenangi pemiliknya.” (Muttafaq Alaih, lafadh milik Al-Bukhari)

Dalam redaksi Muslim disebutkan yang paling banyak harganya (aktsaruha tsmaana) dan di riwayat Ahmad, yang paling mahal harganya (Aghlaha Tsamana).

Jika dibandingkan maka unta lebih mahal dan lebih banyak dagingnya daripada sapi. Sapi lebih mahal dan lebih banyak dagingnya daripada kambing atau domba.

Sedangkan yang sudah maklum di masyarakat kita, bahwa sapi lebih mahal harganya, lebih besar fisiknya, lebih banyak dagingnya, dan lebih disukai oleh kebanyakan orang dari pada kambing. Maka kurban dengan sapi itu lebih utama daripada kurban kambing atau domba.

Madhab Malikiyah memiliki pandangan lain. Mereka mengurutkan tingkatan keutamaan hewan kurban berdasarkan kualitas daging. Mereka berpendapat kambing lebih utama dairpada sapi, sapi lebih utama daripada unta. Mereka berdalil dengan firman Allah,
وَفَدَيْنَاهُ بِذِبْحٍ عَظِيمٍ
“Dan Kami tebus anak itu dengan seekor sembelihan yang besar.” (QS. Al-Shaaffaat: 107) yakni dengan domba yang besar.

Dalil lainnya adalah kurban Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam yang menyembelih domba. Dan beliau tidak berkurban kecuali dengan jenis yang paling utama.

Dari Anas bin Malik Radhiyallahu 'Anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam berkurban dengan dua ekor domba yang didominasi warna putih, dan bertanduk. Beliau membaca basmalah dan bertakbir, meletakkan kaki kananya di samping lehernya dan menyembelihnya dengan tangannya sendiri.” (Muttafaq ‘Alaih)

Ibnu Hazm telah menjawab alasan tersebut, bahwa makna hadits itu dibawa kepada makna takhfif (meringankan umatnya) supaya tidak merasa berat berkurban.

Alasan lainnya, kesimpulan jumhur didasarkan pada ‘illah (alasan) yang memiliki nash sharih. Sedangkan kesimpulan madhab Maliki dilandaskan kepada alasan istimbath (kesimpulan penafsiran). Berdasarkan kepada kaidah tarjih bahwa alasan yang mansush (ada nashnya) lebih di dahulukan daripada alasan yang tidak ada nashnya.

Walau demikian, pendapat Malikiyah bisa dipakai untuk yang berkurban domba atas yang berkorban patungan unta atau sapi.

Kesimpulannya, siapa yang berkurban untuk dirinya dan anggota keluarganya maka yang paling utama adalah berkurban dengan satu ekor unta, baru dengan satu ekor sapi, kemudian kambing. Bukan ikut patungan unta atau sapi bertujuh. Jika demikian, maka berkurban dengan domba atau kambing itu lebih utama. Wallahu A’lam.

Ingin berkonsultasi? Silahkan kirimkan pesan Anda

Nama

Email *

Pesan *